Kompas.com - 19/03/2014, 18:21 WIB
Pemimpin militan Rusia Doku Umarov (tengah) lewat sebuah video yang dirilis Rabu (3/7/2013), menyerukan kepada pengikutnya untuk mempersiapkan serangan ke sejumlah sasaran Rusia, khususnya perhelatan Olimpiade musim dingin di Sochi 2014. KAVKAZCENTER.COM / AFPPemimpin militan Rusia Doku Umarov (tengah) lewat sebuah video yang dirilis Rabu (3/7/2013), menyerukan kepada pengikutnya untuk mempersiapkan serangan ke sejumlah sasaran Rusia, khususnya perhelatan Olimpiade musim dingin di Sochi 2014.
EditorErvan Hardoko
MOSKWA, KOMPAS.com - Pemimpin pemberontak Chechnya, Doku Umarov dikabarkan tewas. Demikian kabar yang diperoleh dari Kavkaz Center, situs utama kelompok militan Rusia.

Situs itu mengatakan pemimpin Emirat Kaukasus telah menjadi syuhada. Namun tidak memberi rincian lebih jauh. Lewat akun Twitter-nya, Kavkaz Center mengatakan Ali Abu Mukhammad terpilih menjadi emir baru Kaukasus menggantikan Umarov.

Di masa lalu, situs ini menggunakan kalimat "menjadi syuhada" bagi mereka yang tewas dalam pertempuran atau yang meninggal dunia akibat sebab alami.

Sehingga belum jelas apakah Doku Umarov, meninggal dunia karena penyebab alami atau tewas dalam sebuah pertempuran.

Pemerintah Rusia sejauh ini belum memberikan konfirmasi terkait kematian Doku Umarov ini.
Apalagi selama beberapa tahun terakhir, sudah berulang kali pemerintah Rusia mengumumkan kematian Umarov.

Biasanya beberapa hari setelah dikabarkan meninggal dunia, Umarov kemudian mengirim video berisi pernyataan terbarunya. Umarov adalah salah satu tokoh pemberontak yang paling dicari di Rusia.

Dia mengklaim memerintahkan pengeboman bandara Moskwa pada Januari 2011 yang menewaskan 36 orang dan pengeboman di kereta bawah tanah Moskwa pada Maret 2010 yang menewaskan 39 orang.

Umarov juga memerintahkan pengeboman kereta api Moskwa-St Petersburg pada November 2009 yang menewaskan 26 orang.

Belum lama ini, Umarov juga memerintahkan para pejuang Chechnya menyerang Olimpiade Musim Dingin yang baru saja selesai dihelat di kota wisata Laut Hitam, Sochi.

Selama beberapa tahun Rusia berkutat menghadapi para pemberontak Islam yang menginginkan negara terpisah bagi kawasan Kaukasus selatan yang mayoritas penduduknya beragama Islam.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.