Perempuan India Diperkosa 13 Pria atas Perintah Tetua Desa

Kompas.com - 24/01/2014, 13:15 WIB
Kasus pemerkosaan yang marak di India melahirkan kemarahan massal. BBCKasus pemerkosaan yang marak di India melahirkan kemarahan massal.
EditorEgidius Patnistik
KOLKATA, KOMPAS.com — Seorang perempuan 20 tahun di India bagian timur diperkosa beramai-ramai oleh 13 pria atas perintah pengadilan desa sebagai hukuman karena gadis itu punya hubungan dengan seorang pria dari komunitas yang berbeda. Perempuan itu, yang kini dirawat di rumah sakit, mengatakan kepada polisi bahwa dirinya diperkosa para pria itu pada 20 Januari 2014 di distrik Birbhum di Bengala Barat.

Polisi mengatakan, teman prianya diikat di alun-alun desa, sementara pemerkosaan terhadap si perempuan terjadi di sebuah rumah becek di dekatnya.

"Kami menangkap ke-13 pria itu, termasuk kepala desa yang memerintahkan pemerkosaan beramai-ramai tersebut. Para terdakwa dibawa ke pengadilan, dan (pengadilan) kemudian mengirim mereka ke rumah tahanan," kata Kepala Polisi Birbhum, Superintendent Sudhakar.

India telah memperketat undang-undang tentang kejahatan seks pada Maret tahun lalu setelah pemerkosaan beramai-ramai dan pembunuhan terhadap seorang fisioterapis di atas sebuah bus di Delhi pada Desember 2012. Kasus itu memicu aksi protes nasional untuk keamanan yang lebih baik bagi perempuan dan memicu perdebatan nasional tentang ketidaksetaraan gender di India.

Seorang turis Denmark yang berusia 51 tahun juga diperkosa secara bermai-ramai di pusat kota Delhi pekan lalu oleh setidaknya lima pria ketika dia bertanya soal arah jalan.

Keluarga korban pemerkosaan di Bengala Barat itu mengatakan kepada media bahwa gadis tersebut diperkosa karena para tetua desa yakin dia melanggar aturan kasta, yaitu jatuh cinta pada seorang pria dari komunitas lain. Pasangan tersebut diperintahkan untuk membayar denda sebesar 25.000 rupee (atau sekitar Rp 4,8 juta), kata ibu korban, yang menambahkan, kepala desa kemudian memerintahkan pemerkosaan terhadap putrinya itu.

Sejumlah kelompok hak asasi manusia mengatakan, putusan yang dikeluarkan tetua suku berdasarkan atas otoritas mereka merupakan hal yang lumrah di daerah-daerah pedesaan. Di bagian utara India, dewan desa ilegal yang dikenal sebagai "khap panchayat" bertindak sebagai pengadilan de facto untuk menyelesaikan sengketa pedesaan, mulai dari masalah tanah dan ternak hingga pernikahan dan pembunuhan.

Namun, dewan-dewan semacam itu berkembang secara sembunyi-sembunyi karena fatwa hukumannya yang regresif, seperti melarang perempuan mengenakan pakaian Barat dan menggunakan ponsel, hingga mendukung pernikahan di bawah umur dan memberikan sanksi hukuman mati tanpa proses pengadilan bagi pasangan muda dalam apa yang disebut "pembunuhan demi kehormatan".

Pemerkosaan itu terjadi setelah serentetan pemerkosaan di Bengala Barat yang telah membuat Mamata Banerjee, perempuan pertama yang menjadi kepala pemerintahan di negara bagian itu, berada di bawah tekanan karena tidak berbuat banyak untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan.

Bengala Barat mencatat angka tertinggi kejahatan berdasarkan jender di negeri itu, yaitu sebanyak 30.942 kasus pada 2012, atau 12,7 persen dari total kejahatan terhadap perempuan yang tercatat di India. Kejahatan-kejahatan itu mencakup pemerkosaan, penculikan, pelecehan seksual, dan penganiayaan.

Awal bulan ini, ibu kota Benggala Barat, Kolkata, dilanda protes publik yang ditujukan kepada polisi yang dituduh telah gagal bertindak terkait pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang gadis 16 tahun yang kemudian dibunuh.



Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X