Kompas.com - 21/01/2014, 15:47 WIB
Seorang sukarelawan memberikan vaksin polio kepada seorang bayi di Peshawar, Pakistan. Pakistan bersama Afganistan dan Nigeria menjadi medan tempur terakhir pemberantasan polio di dunia. A. MAJEED / AFPSeorang sukarelawan memberikan vaksin polio kepada seorang bayi di Peshawar, Pakistan. Pakistan bersama Afganistan dan Nigeria menjadi medan tempur terakhir pemberantasan polio di dunia.
EditorErvan Hardoko
KARACHI, KOMPAS.com — Sekelompok orang bersenjata menembak mati tiga sukarelawan program vaksinasi polio di kota Karachi, Pakistan, Selasa (21/1/2014), dalam serangan terbaru terhadap upaya memberantas penyakit polio di negeri itu.

Para penyerang yang mengendarai sepeda motor menembaki kelompok sukarelawan itu dalam dua serangan terpisah di kawasan Qayyumabad, Karachi.

Serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kota Peshawar, Pakistan, adalah "lumbung terakhir" virus polio di dunia.

"Para penyerang yang mengenakan helm tertutup menanti tim sukarelawan itu," kata seorang juru bicara kepolisian.

Kepala RS Jinnah dr Seemi Jamali mengatakan, tiga jenazah dan dua korban luka dibawa untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit itu.

Segera setelah penembakan itu, program vaksinasi polisi di kawasan timur Karachi itu dihentikan, dan sepasukan besar polisi dikirim ke lokasi penembakan.

Kelompok-kelompok militan Pakistan melihat vaksinasi polio adalah upaya untuk menutupi kegiatan spionase. Selain itu, sudah sejak lama digembar-gemborkan bahwa vaksinasi polio bisa membuat seseorang mandul.

Berdasarkan data WHO, tahun lalu, penderita polio di Pakistan sebanyak 91 orang. Angka itu naik cukup drastis dibanding 2012 yang hanya 58 orang.

Kondisi di Pakistan ini sangat ironis jika dibandingkan tetangga sekaligus rivalnya, India. Pekan lalu, India merayakan tiga tahun negeri itu bebas dari polio.

Program pemberantasan polio di India merupakan salah satu kisah sukses terbesar. Padahal, lima tahun lalu, separuh kasus polio dunia ditemukan di India.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X