Kompas.com - 05/01/2014, 10:06 WIB
EditorErvan Hardoko
SYDNEY, KOMPAS.com - Sebuah kapal pemecah es milik Amerika Serikat akan diberangkatkan pada Minggu (5/1/2014), untuk membantu kapal riset Rusia dan kapal China yang terjebak es di Antartika.

Kapal Polar Star milik pasukan penjaga pantai AS itu menanggapi permintaan bantuan dari Australia untuk membebaskan kapal riset Rusia Akademik Shokalskiy yang terjebak es sejak 24 Desember lalu.

Kapal AS itu juga akan membantu kapal pemecah es China Xue Long yang terlibat dalam penyelamatan 52 awak Shokalskiy pada Kamis (2/1/2013).

Akibatnya, Xue Long kini malah ikut terjebak es setebal empat meter. Xue Long terjebak 21 kilometer dari laut terbuka. Demikian kabar dari kantor berita Xinhua yang ikut dalam operasi penyelamatan itu.

Polar Star, yang meninggalkan AS awal Desember lalu untuk membersihkan es agar kapal-kapal yang memasok kebutuhan pusat penelitian McMurdo di Kutub Selatan, sudah meninggalkan pelabuhan Sydney pada Minggu waktu setempat. Demikian otoritas keamanan maritim Australia.

Kapal sepanjang 122 meter itu mampu menghancurkan es setebal 1,8 meter secara terus menerus sambil berlayar dengan kecepatan tiga knot. Kapal ini juga mampu menghancurkan es setebal enam meter dengan cara menabraknya.

Dijadwalkan Polar Star akan tiba di Teluk Commonwealth lokasi terjebaknya kapal Rusia dan China itu dalam waktu tujuh hari.

"Prioritas utama kami adalah keselamatan awak kapal. Itulah sebabnya kami membantu membuka jalan bagi kedua kapal itu," kata Laksamana Madya Paul Zukunft, komandan Pasukan Penjaga Pantai AS wilayah Pasifik.

Terjebaknya Shokalskiy, yang membawa 22 ilmuwan, 26 penumpang biasa, empat jurnalis dan 22 awak, memicu kritik sebagian kalangan, terutama Perancis.

Direktur Institut Kutub Perancis, Yves Frenot, mengatakan operasi penyelamatan kapal Rusia itu memaksa para ilmuwan Perancis untuk menunda pekerjaan oceanografi selama dua pekan di kawasan itu.

"Tapi kami masih beruntung. China harus menunda semua program ilmiahnya. Dan Australia juga mengalami hal yang sama," ujar Frenot.

Kemarahan Frenot itu disebabkan kapal-kapal pemecah es milik China Xue Long, Astrolabe milik Perancis dan Aurora Australis milik Australia yang sedang berlayar di kawasan yang sama diperintahkan mengubah arah untuk membantu Shokalskiy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.