Kompas.com - 22/12/2013, 12:53 WIB
EditorErvan Hardoko

PESHAWAR, KOMPAS.com — Tiga kali sehari, puluhan pria berkumpul di sebuah ruangan besar. Udara di dalam ruangan itu terasa pengap akibat asap hasis yang diisap para pria itu.

Para pria itu memadati bioskop Shama, sebuah bioskop yang memutar film-film porno di daerah kekuasaan Taliban di wilayah barat laut Pakistan.

Bioskop Shama selama lebih dari 30 tahun memutar film-film erotis di Peshawar, kota terbesar di wilayah barat laut Pakistan yang berbatasan dengan kawasan kesukuan yang dikuasai Taliban dan Al Qaeda.

Para pengunjung biasanya menyembunyikan wajah mereka karena takut dikenali saat mendatangi bioskop yang terletak di antara pasar kambing dan sebuah terminal bus itu.

Di sana tersedia tiga film berkategori "X" atau porno yang biasanya diputar di ruangan belakang yang tersembunyi. Sementara di gedung utama diputar film-film "normal" yang posternya dipampang di luar bioskop.

Para penonton film kategori "X" harus merogoh kantong sebesar 1,90 dollar AS atau sekitar Rp 20.000 untuk selembar tiket.

Setelah membeli tiket, penonton harus melewati pemeriksaan seorang penjaga bersenjatakan senapan serbu AK-47. Selanjutnya mereka "diantar" melintasi sebuah halaman dan memasuki sebuah lorong yang terbuat dari beton.

Di dalam auditorium tercium bau ganja yag diisap para penonton yang duduk di kursi-kursi berlapis kulit imitasi. Saat film pertama diputar, ruangan itu hanya setengah penuh. Sebagian besar penonton adalah para buruh, petani, pelajar, dan mereka yang ingin sejenak melepaskan diri dari kepenatan hidup.

Sebagian besar penonton datang seorang diri dan berusaha untuk tidak duduk bersebelahan dengan orang lain. Tak lama kemudian film berjudul Dostana (Persahabatan) yang diproduksi di kota Lahore diputar.

Film itu berkisah soal dilema cinta antara tokoh utama Shah Sawar yang tak bisa memutuskan apakah akan menikahi kekasihnya Gulpana atau sepupunya, Doa, yang menjadi pilihan keluarga.

Halaman:
Sumber
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.