Kompas.com - 15/12/2013, 03:06 WIB
EditorErvan Hardoko
JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Tokoh anti-apartheid dan juga pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Uskup Desmond Tutu, mengkritik pemerintah Afrika Selatan dan keluarga Mandela, karenad dia tak diundang dalam upacara pemakaman Nelson Mandela.

"Saya sangat ingin hadir dalam upacara itu untuk menyampaikan ucapan selamat tinggal kepada seseorang yang saya sayangi dan cintai, tapi akan sangat tak menghormati mendiang jika saya datang begitu saja ke upacara pemakaman pribadi itu," ujar Tutu dalam pernyataan resminya, Sabtu (14/12/2013).

"Saya pasti tahu jika saya atau kantor saya mendapatkan kabar bahwa saya diundang (ke pemakaman Mandela)," sambung dua.

Staf mantan uskup Anglikan Afrika Selatan itu mengatakan pada Jumat (13/12) Tutu membatalkan penerbangannya ke provinsi Eastern Cape, tempat Mandela akan dimakamkan, Minggu (15/12/2013).

"Pembatalan dilakukan setelah beliau menerima kepastian bahwa namanya tidak ada di dalam daftar tamu yang diundang," ujar staf Tutu.

Sementara itu, kantor kepresidenan Afrika Selatan menegaskan tokoh anti-apartheid itu masuk ke dalam daftar undangan. "Beliau ada di dalam daftar undangan," kata juru bicara kepresidenan Afsel, Mac Maharaj.

"Arch (panggilan akrab Tutu) bukan sekadar imam gereja biasa. Dia adalah seseorang yang spesial bagi negeri ini," lanjut Maharaj yang berjanji akan mengoreksi masalah ini.

Selama ini Tutu dikenal sangat vokal dan tak segan mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden Jacob Zuma.

Namun, salah seorang menteri pemerintah Afsel, Collons Chabane mengakui tidak semua orang mendapatkan undangan untuk datang ke pemakaman Nelson Mandela, namun kedatangan Tutu akan diterima dengan tangan terbuka.

"Kami memang tidak mengirim undangan (untuk Tutu), karena kami memang tidak mengirimkan undangan untuk semua orang," kata Chabane.

Dia menambahkan, nama Tutu sudah diusulkan para pemimpin gereja dan sudah ditambahkan ke dalam daftar resmi baik untuk upacara di Soweto dan pemakaman di Qunu.

"Jika beliau ingin datang ke upacara pemakaman, maka kehadirannya akan diterima. Beliau tinggal memberi tahu kami," tambah Chabane.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.