Kompas.com - 14/11/2013, 18:02 WIB
EditorErvan Hardoko

"Seluruh sistem yang mengatur tenaga kerja asing di Arab Saudi sudah gagal," ujar Coogle.

Sementara itu seorang pemilik perusahaan konstruksi di ibu kota Riyadh mengatakan dia terpaksa menunda semua proyeknya karena tak memiliki tenaga kerja.

Dia mengatakan dirinya bukan sponsor legal para pekerjanya, seperti diharuskan undang-undang Saudi, namun para pekerja itu mendapatkan uang lebih banyak dengan menjadi pekerja paruh waktu.

"Orang-orang ini bekerja di Arab Saudi dan darah mereka ada di setiap batu dan bangunan negeri ini. Kita tak bisa begitu saja mengusir mereka," kata pengusaha yang tak mau disebut namanya itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.