Kompas.com - 04/11/2013, 02:17 WIB
Pelukis Perancis kelahiran 1869, Henri Matisse. Perempuan telanjang, pemandangan, potret, atau interior, menjadi mayoritas obyek karyanya, tetapi Matisse dikenal karena penggunaan warna yang luar biasa di dalam setiap lukisannya.  http://www.npr.org - Alvin Langdon Coburn/Courtesy of George Eastman House, International Museum of Photography and FilmPelukis Perancis kelahiran 1869, Henri Matisse. Perempuan telanjang, pemandangan, potret, atau interior, menjadi mayoritas obyek karyanya, tetapi Matisse dikenal karena penggunaan warna yang luar biasa di dalam setiap lukisannya.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BERLIN, KOMPAS.com — Sekitar 1.500 lukisan yang dicuri saat Nazi berkuasa di Jerman ditemukan di sebuah flat di Jerman, menurut laporan media setempat, Minggu (3/11/2013). Nilai lukisan-lukisan itu, termasuk di antaranya adalah karya Picasso dan Matisse, diperkirakan 1 miliar euro atau sekitar Rp 15 triliun.

Mingguan Jerman, Focus, mengatakan, lukisan tersebut ditemukan di apartemen anak dari kurator seni berusia 80 tahun. Kurator itu membeli lukisan-lukisan tersebut pada era 1930 dan 1940-an.

Selama lebih dari setengah abad, karya seni ini berada di ruang yang gelap di apartemen tersebut, di selatan Munich. Focus melaporkan, selama bertahun-tahun kurator itu hidup dengan menjual beberapa lukisan curian zaman perang tersebut.

Di antara deretan lukisan yang ditemukan, terdapat karya-karya masterpiece lukisan abad 20 Jerman. Sebut saja karya pelukis Jerman Emil Nolde, Franz Marc, Max Beckmann, dan Max Lieberman.

Ada di antara lukisan itu pula satu lukisan karya Henri Matisse, yang semula dimiliki kolektor Yahudi bernama Paul Rosenberg. Rosenberg meninggalkan lukisan tersebut ketika dia menyelamatkan diri dari kejaran Nazi.

Para jaksa di kota Augusburg, yang dikabarkan menangani temuan ini, menolak berkomentar, berdasarkan laporan kantor berita Jerman DPA. Nazi menjarah karya seni di Jerman dan Eropa sebelum dan selama Perang Dunia II.

Saat itu, banyak pula karya seni milik warga Yahudi disita atau dipaksa dijual dengan harga murah. Diperkirakan selama rentang 1940 sampai 1944, pasukan Jerman mendapatkan tak kurang dari 100.000 lukisan, karya seni, dan barang antik seperti permadani dari rumah orang-orang Yahudi, termasuk di Perancis.

Satu per satu, ribuan karya seni curian telah kembali kepada pemilik atau keturunannya. Namun, lebih banyak lagi yang tak pernah muncul kembali. Pada 2007, seorang ahli Jerman menerbitkan buku tentang penjarahan seni itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam buku tersebut dinyatakan ribuan karya seni bernilai tinggi dan puluhan ribu karya dengan kualitas lebih rendah belum kembali kepada pemiliknya. Pekan lalu, investigasi di Museum Belanda mendapatkan data 139 karya seni mereka, termasuk karya Matisse dan dua lukisan Kandinsky, kemungkinan merupakan barang curian Nazi.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X