HRW: Pemberontak Suriah Bunuh Ratusan Warga Sipil

Kompas.com - 11/10/2013, 14:50 WIB
Pasukan pemberontak Suriah berlindung di balik sebuah bangkai mobil sambil melepaskan tembakan dalam pertempuran di distrik Salaheddin, Aleppo. Kelompok Human Right Watch (HRW) dalam laporan terbarunya mengatakan pasukan pemberontak membunuh ratusan warga sipil sepanjang Agustus lalu. KARAM AL-MASRI / AFPPasukan pemberontak Suriah berlindung di balik sebuah bangkai mobil sambil melepaskan tembakan dalam pertempuran di distrik Salaheddin, Aleppo. Kelompok Human Right Watch (HRW) dalam laporan terbarunya mengatakan pasukan pemberontak membunuh ratusan warga sipil sepanjang Agustus lalu.
EditorErvan Hardoko
DAMASKUS, KOMPAS.com - Kelompok pemberontak Suriah telah membunuh 190 warga sipil dan menculik 200 sandera dalam sebuah serangan militer sepanjang  Agustus lalu. Demikian Human Rights Watch melaporkan.

Laporan dari kelompok yang berbasis di New York ini mengatakan pembunuhan terjadi di desa Alawit yang cenderung pro pemerintah.  Mereka mengatakan temuan ini "secara kuat mengindikasikan" kejahatan kemanusiaan dilakukan pihak pemberontak.

Human Rights Watch (HRW) mengatakan mereka melakukan investigasi di lokasi dan melakukan wawancara dengan lebih dari 35 orang, termasuk penyintas dan pelaku dari kedua belah pihak. HRW mengatakan tampaknya penduduk sipil terbunuh pada hari pertama.

Mereka mengatakan pada tanggal 4 Agustus dini hari, pihak oposisi menyerang pasukan pemerintah di Latakia, bagian utara Suriah, dan menduduki sekitar sepuluh desa di Alawit.

Saksi mata mengambarkan bagaimana pihak oposisi mengeksekusi penduduk dan menembak ke arah warga. Kadang, pembunuhan atau percobaan pembunuhan dilakukan kepada seluruh keluarga yang berada di rumah tanpa senjata atau yang lari karena serangan.

Baik pihak pemberontak dan pasukan pemerintah dituduh melakukan pelanggaran kemanusiaan sejak gejolak terjadi dua tahun lalu.

Oposisi Suriah ini terdiri dari beberapa kelompok, beberapa diantara mereka memiliki kaitan dengan Al-Qaeda.

Sandera Anak-anak

HRW mengatakan 20 grup oposisi mengambil bagian dari operasi tersebut dan lima grup terlibat dalam serangan kepada warga sipil. Tetapi kelompok pemberontak utama Pasukan Pembebasan Suriah, tidak masuk ke dalam lima kelompok itu.

Laporan ini mengatakan dua grup yang terlibat dalam serangan masih memiliki sandera di tangan mereka, kebanyakan perempuan dan anak-anak.

Pemerintah melakukan serangan balik pada hari berikutnya dan kembali mengontrol wilayah itu pada 18 Agustus.

Joe Stork, direktur HRW untuk Timur Tengah mengatakan pelanggaran kemanusiaan ini "bukan tindakan yang tidak disengaja."

"Serangan terhadap penduduk sipil di desa-desa Alawit terkoordinasi dan terencana," katanya.

Sementara itu, konflik tidak berkesudahan di Suriah mengancam ribuan ribuan keluarga di sekitar Damaskus terancam mati kelaparan, demikian dikatakan Oposisi Koalisi Nasional Suriah, SNC.

Adapun Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan krisis pengungsi Suriah berkembang begitu pesat  sehingga melebihi tingkat operasi bantuan yang didanai komunitas internasional.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X