Lebanon Tampung Pengungsi Suriah, Ini Hitungan Beban Ekonominya...

Kompas.com - 25/09/2013, 06:25 WIB
Seorang wanita pengungsi Suriah memegang anaknya saat mereka tertidur di trotoar sebuah jalan di Sidon, sebuah kota di selatan Lebanon, 18 Juli 2013. Eksodus pengungsi Suriah kian banyak dalam beberapa bulan terakhir. AFP PHOTO / MAHMOUD ZAYYATSeorang wanita pengungsi Suriah memegang anaknya saat mereka tertidur di trotoar sebuah jalan di Sidon, sebuah kota di selatan Lebanon, 18 Juli 2013. Eksodus pengungsi Suriah kian banyak dalam beberapa bulan terakhir.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
NEW YORK, KOMPAS.com — Bank Dunia membuka kajian khusus soal Lebanon terkait dampak kehadiran pengungsi Suriah di negara itu. Kajian mencakup dampak ekonomi dan sosial, termasuk kemampuan keuangan Lebanon untuk menanggung ledakan jumlah pengungsi. Kajian ini akan menjadi bahan pertemuan pada Rabu (25/9/2013) dalam sidang umum PBB di New York, Amerika Serikat.

Lebanon harus kehilangan sekian miliar dollar AS dari potensi pendapatan negara menyusul konflik Suriah. Dari konflik itu, justru pengungsi yang membanjir mengakibatkan membengkaknya alokasi layanan publik serta rentan memicu kenaikan angka pengangguran dan kemiskinan.

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim yang bertemu Presiden Lebanon Michel Suleiman pada Selasa (24/9/2013) menyatakan, sudah ada rencana untuk mengatasi kelebihan beban dari konflik Suriah itu. Sebagaimana Obama, dia pun berterima kasih kepada Lebanon dan berjanji akan membahas bersama masyarakat internasional untuk ikut berperan berbagi biaya krisis pengungsi.

"Kami sekarang memiliki gambaran yang jelas tentang biaya yang harus ditanggung Lebanon karena sekitar satu juta pengungsi (datang ke sana) melarikan diri dari pertempuran di Suriah," kata Kim. Diperkirakan, lanjut dia, jumlah pengungsi Suriah di Lebanon pada akhir 2013 akan mencapai 1,3 juta orang.

"Jika konflik berlanjut, mungkin ada sebanyak 1,6 juta pengungsi di Lebanon pada akhir 2014," ujar Inger Andersen, Wakil Presiden Bank Dunia untuk Timur Tengah dan Afrika Utara. Kebutuhan biaya untuk pelayanan publik juga membengkak di Lebanon seiring peningkatan mendadak populasi.

Peningkatan permintaan di Lebanon diperkirakan akan mendongkrak pengeluaran pemerintah sekitar 1,1 miliar dollar AS pada kurun 2012-2014. Padahal, penerimaan negara itu justru turun 1,5 miliar dollar AS pada rentang waktu yang sama karena penurunan kepercayaan konsumen.

Masih dari kajian Bank Dunia, 170.000 warga Lebanon akan masuk kategori miskin pada 2014, dengan pengangguran akan melonjak dua kali lipat ke kisaran 20 persen pada periode yang sama.

Diperkirakan pula, butuh sekitar 1,6 miliar dollar AS untuk menjaga kualitas jaring pengaman sosial, kesehatan, dan pendidikan di Lebanon, untuk memulihkan akses ke tingkat sebelum ada krisis Suriah. Selain itu, dibutuhkan pula tambahan investasi untuk listrik, pengolahan limbah, transportasi, dan jaringan air bersih, untuk memenuhi kebutuhan penduduk dan pengungsi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X