Kompas.com - 19/09/2013, 11:49 WIB
EditorEgidius Patnistik
NENEK moyangnya dulu tinggal di istana-istana mewah ketika mereka memerintah sebuah kerajaan yang luas dan kaya di India. Namun, gaya hidup Sultana Begum jauh sekali dari kondisi yang dulu dinikmati penguasa kekaisaran Mughal. Perempuan itu bertahan hidup di sebuah daerah kumuh di pinggiran Kolkata (dulu dikenal sebagai Kalkuta).

Perempuan 60 tahun itu merupakan istri dari cicit kaisar terakhir India, Bahadur Shah Zafar, dan berjuang untuk memenuhi kebutuhan dengan uang pensiun. Sejak kematian suaminya, Pangeran Mirza Bedar Bukht, tahun 1980, Sultana telah terpesorok dalam kemiskinan.

Pewaris Kerajaan Mughal itu terpaksa tinggal di sebuah gubuk kecil dengan dua kamar di Howrah, daerah kumuh Kolkata. Dia berbagi dapur dengan para tetangganya dan mencuci di jalanan dengan menggunakan air dari keran umum.

Meskipun ada bukti bahwa dia merupakan bagian keluarga kerajaan abad ke-19 itu, Sultana melakoni hidup sehari-hari dengan uang pensiun yang hanya 6.000 rupee (atau sekitar Rp 1 juta) per bulan. Sultana tinggal bersama putrinya yang belum menikah, Madhu Begum."Putri-putri saya yang lain dan suami mereka orang-orang miskin. Mereka hanya bisa menanggung diri sendiri sehingga tidak bisa membantu kami," katanya. Dia menerima 6.000 rupee sebulan sebagai bagian dari pensiunnya. Uang itu untuk dirinya dan enam anaknya, lima putri dan satu putra.

Dalam beberapa tahun terakhir keadaannya disorot sejumlah aktivis, yang melobi pihak berwenang untuk memberikan perawatan lebih baik bagi para keturunan kerajaan India. Banyak turunan kerajaan tidak memiliki apa-apa setelah pemerintahan Inggris menghancurkan dinasti Mughal.

Dinasti Mughal yang merupakan leluhur keluarga Sultana menyumbang warisan arsitektur luas bagi sub-benua India sepanjang abad ke-16, ke-17 dan ke-18. Taj Mahal merupakan salah satu contoh terbaik dari monumen yang dibangun kaisar Mughal Muslim itu. Dinasti itu juga membangun Benteng Merah, Benteng Agra, dan Taman Shalimar di Lahore. Sebagian besar warisan dinasti itu kini menjadi situs-situs warisan dunia di bawah UNESCO.

Namun, Sultana telah bertahun-tahun mengajukan petisi ke pemerintah pusat dan negara bagian untuk membantunya memperoleh pensiun dan kebutuhan hidup yang paling dasar. Sejauh ini, pemerintah telah memberikan pekerjaan bagi cucu perempuannya, Roshan Ara, yang menerima gaji sebesar 15.000 rupee (Rp 2,7 juta). Namun, banyak anggota keluarga lainnya, yang buta huruf, gagal dalam tes dasar pemerintah ketika ditawari pekerjaan.

Sultana pernah bertahun-tahun menjalankan sebuah kedai teh kecil, sebelum tempat itu ditutup dan dia kemudian beralih memproduksi pakaian perempuan. Sultana menambahkan, "Saya bersyukur bahwa ada beberapa orang yang telah datang untuk membantu saya. Suami saya, almarhum Muhammad Bedar Bakht adalah putra dari Jamshid Bakht dan cucu Jawan Bakht, dulu memberi tahu saya bahwa kami berasal keluarga kerajaan terhormat yang tidak pernah memohon bantuan untuk hidup. Saya selalu meminta pemerintah untuk memberi saya apa yang keluarga saya butuhkan."

Kaisar Bahadur Shah Zafar, kakek buyut dari suami Sultana, naik takhta tahun 1837. Dia merupakan kaisar terakhir Kerajaan Mughal yang memerintah India selama tiga abad. Tahun 1857, ketika tentara India bersatu dan memberontak melawan penjajah Inggris, Bahadur Shah Zafar dinyatakan sebagai panglima. Namun, ketika pemberontakan tersebut dihancurkan Inggris tahun 1858, dia dibuang ke Rangoon, di mana ia tinggal selama lima tahun sampai kematiannya pada usia 87 tahun.

Di pengasingan, Zafar didampingi istrinya, Zeenat Mahal, dan beberapa sisa anggota keluarganya. Ia meninggal di pengasingan pada 7 November 1862 di Rangoon, sekarang Yangon, ibu kota Myanmar dan dimakamkan di situs yang kemudian dikenal sebagai Bahadur Shah Zafar Dargah. Tahun 1991, dalam sebuah restorasi, makam itu ditemukan dan Shah Zafar dihormati sebagai orang suci oleh umat Islam Myanmar. Istrinya Zeenat Mahal, yang meninggal tahun 1886, dan cucu mereka Raunaq Zamani dimakamkan di sampingnya.

Walau banyak anak-anak Bahadur Shah Zafar serta cucu-cucunya tewas setelah terjadinya Pemberontakan India yang gagal tahun 1857, para keturunannya yang masih hidup kini tinggal di Detroit Michigan di Amerika Serikat serta di berbagai lokasi di India dan Pakistan.

Kekaisaran Mughal berasal dari Persia dan merupakan kekuatan yang dominan di anak benua India antara pertengahan abad 16 dan awal abad 18. Pada puncak kejayaannya, kerajaan itu memerintah sekitar seperempat dari populasi dunia.

Perekonomian India makmur di bawah Dinasti Mughal karena pembuatan sistem jalan dan mata uang tunggal, bersama dengan penyatuan negara. Kota-kota dan desa-desa bertumbuh pada masa Mughal. Namun, tempat-tempat itu sebagian besar merupakan pusat militer dan politik, bukan pusat perdagangan atau industri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.