Kompas.com - 19/09/2013, 09:53 WIB
EditorEgidius Patnistik
Presiden Suriah Bashar al-Assad menyatakan komitmen negaranya untuk menghancurkan persenjataan kimia. Namun, ia juga mengingatkan proses ini bisa memakan waktu setidaknya satu tahun.

Berbicara kepada Fox News TV, Assad kembali membantah klaim bahwa pasukannya bertanggung jawab atas serangan kimia mematikan dekat Damaskus pada 21 Agustus silam.

Rencana pelucutan senjata kimia Suriah diresmikan oleh Amerika Serikat dan Rusia akhir pekan lalu. Pihak Barat ingin kesepakatan ini tercantum dalam resolusi PBB karena alasan ancaman kekuatan militer, tetapi Rusia keberatan atas usulan tersebut.

Damaskus, didukung Moskwa, telah menegaskan bahwa pasukan pemberontaklah yang melakukan serangan di wilayah Ghouta. Dalam perkembangan terpisah, pertempuran sengit juga dilaporkan terjadi antara dua kelompok pemberontak.

Mengacu pada masalah menghancurkan stok senjata kimia Suriah, Presiden Assad mengatakan itu adalah "operasi yang secara teknis sangat rumit." "Dan perlu banyak uang, beberapa memperkirakan (katakanlah) sekitar satu miliar."

Sangat serius

"Jadi, itu tergantung, Anda harus bertanya kepada para pakar apa yang mereka maksud dengan cepat. Proses ini memiliki jadwal tertentu. Perlu setahun, atau mungkin sedikit lebih."

Dan ketika ditanya apakah ia akan bersedia menyerahkan senjata kimia ke AS, Presiden Assad mengatakan, "Butuh sekitar satu miliar. Hal ini sangat merugikan lingkungan. Jika pemerintah Amerika siap untuk membayar uang ini dan bertanggung jawab membawa bahan beracun ini ke Amerika Serikat, mengapa mereka tidak melakukannya?"

Assad juga menggunakan wawancara selama satu jam di Damaskus untuk mengkritik sikap Amerika dalam krisis Suriah. Berbeda dengan Rusia, kata dia, Washington telah mencoba untuk terlibat dalam kepemimpinan dan pemerintahan Suriah. Dia menekankan bahwa jika ada sikap saling menghormati, hal tersebut tidak akan ada masalah.

"Dengarkan rakyat Anda. Ikuti akal sehat rakyat Anda," katanya dalam sebuah referensi yang jelas ditujukan kepada Presiden AS Barack Obama.

Komentar Assad dilontarkan setelah seorang diplomat senior Rusia mengatakan Damaskus akan memenuhi komitmennya untuk menghilangkan senjata kimia pada pertengahan 2014.

Setelah pembicaraan di Suriah, Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov mengatakan, Presiden Assad "sangat serius" mengenai rencana perlucutan senjata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.