Pengacara Terpidana Pemerkosa Mahasiswi India Akan Dikenai Sanksi

Kompas.com - 16/09/2013, 19:28 WIB
AP Singh, pengacara empat terpidana mati kasus perkosaan mahasiswi India akhir tahun lalu, terancam kehilangan izin praktiknya setelah mengeluarkan pernyataan yang mengundang kecaman para pegiat hak perempuan India. SAJJAD HUSSAIN / AFPAP Singh, pengacara empat terpidana mati kasus perkosaan mahasiswi India akhir tahun lalu, terancam kehilangan izin praktiknya setelah mengeluarkan pernyataan yang mengundang kecaman para pegiat hak perempuan India.
EditorErvan Hardoko

NEW DELHI, KOMPAS.com — Asosiasi pengacara di ibu kota India mengatakan, mereka mempertimbangkan untuk mencabut izin praktik AP Singh, penasihat hukum dua terdakwa kasus pemerkosaan yang menggegerkan negara tersebut.

Dua klien Singh sudah dinyatakan terbukti bersalah memerkosa dan membunuh mahasiswi di New Delhi tahun lalu.

Korban diperkosa beramai-ramai, dipukuli, dan dilempar dari sebuah bus. Ia kemudian meninggal dunia ketika menjalani perawatan di Singapura.

Dalam salah satu pernyataannya, Singh menuduh korban melakukan seks pranikah dan keluar rumah pada malam hari dengan seorang pemuda.

Singh mengatakan, jika ia menjadi ayah mahasiswi itu, maka ia akan membakar hidup-hidup mahasiswi tersebut dan semua orangtua seharusnya mengikuti jejak dirinya.

Asosiasi pengacara mengatakan, komentar AP Singh itu memicu protes dan keberatan dari para pegiat dan pengacara perempuan.

Asosiasi pengacara di Delhi mengatakan, izin praktik Singh akan dicabut bila Singh tidak meminta maaf.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah klien Singh dijatuhi hukuman mati setelah terbukti melakukan aksi pemerkosaan brutal terhadap seorang mahasiswi pada akhir tahun lalu di New Delhi.

Dalam vonis yang dijatuhkan hari Jumat (13/9/2013), hakim mengatakan tindakan para terdakwa melukai perasaan seluruh rakyat India.

Hakim menambahkan, ketika angka kejahatan terhadap perempuan meningkat, pengadilan tidak bisa menutup mata atau membiarkan tindakan kejahatan keji seperti ini.

Mengomentari vonis hakim, Singh mengatakan, "Ini bukan kemenangan bagi kebenaran. Ini adalah kekalahan keadilan."



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X