Kompas.com - 04/09/2013, 16:25 WIB
Menlu AS John Kerry bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Israel Shimon Peres di Amman, Jordania pada Mei lalu. Para pemimpin Israel dan Palestina setuju untuk kembali menggelar perundingan damai yang terhenti sejak 2010. AFPMenlu AS John Kerry bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Israel Shimon Peres di Amman, Jordania pada Mei lalu. Para pemimpin Israel dan Palestina setuju untuk kembali menggelar perundingan damai yang terhenti sejak 2010.
EditorErvan Hardoko
RAMALLAH, KOMPAS.com - Pembicaraan damai antara Israel dan Palestina terbukti tak memiliki arti dan tidak akan menghasilkan apapun tanpa tekanan lebih besar dari Washington. Demikian pernyataan Yasser Abed Rabo, penasihat senior Presiden Mahmoud Abbas, Rabu (4/9/2013).

"Negosiasi selama ini mandul dan tidak akan membuahkan hasil," kata Abed Rabo kepada radio Voice of Palestine.

"Saya tidak mengharap adanya kemajuan kecuali ada tekanan yang sangat besar dari Amerika,  misalnya seperti yang dilakukan Amerika saat menghadapi isu Suriah," lanjut Rabo.

Namun, seorang pejabat pemerintah Israel enggan menanggapi pernyataan Rabo itu sambil mengatakan kedua pihak sepakat bahwa hanya Amerika Serikat yang bisa berbicara mengenai perundingan ini.

"Kami menaati kesepakatan itu," kata sang pejabat.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri AS mengatakan delegasi Israel dan Palestina sudah melakukan sejumlah pertemuan sejak pembicaraan langsung digelar kembali pada 29 Juli lalu.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry sudah memberi waktu selama sembilan bulan bagi Israel dan Palestina untuk mengurai perbedaan di antara mereka yang menjadi penghambat upaya perdamaian kedua negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hanya sedikit informasi yang bisa diperoleh dari pembicaraan awal ini, namun Abed Rabo mengatakan, berlanjutnya pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Jerusalem Timur sangat membahayakan negosiasi.

"Israel tidak memegang komitmen untuk menghentikan pembangunan permukiman dan kami melihat kebijakan meneruskan pembangunan permukiman bisa menghancurkan kesepakatan," kata Rabo.

Dalam lanjutan proses pembicaraan damai, PM Benyamin Netanyahu dan Presiden Mahmoud Abbas dijadwalkan bertemu Menlu AS John Kerry secara terpisah di Eropa dalam beberapa pekan mendatang untuk membicarakan perkembangan negosiasi.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.