Kompas.com - 02/09/2013, 05:04 WIB
Orang-orang berjalan melewati mural mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, 26 Juni 2013 di Soweto, saat mantan presiden itu menjalani hari ke-19 di rumah sakit jantung Mediclinic di Pretoria. Warga berkumpul di luar rumah sakit tempat Nelson Mandela terbaring kritis. AFP PHOTO / ALEXANDER JOEOrang-orang berjalan melewati mural mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, 26 Juni 2013 di Soweto, saat mantan presiden itu menjalani hari ke-19 di rumah sakit jantung Mediclinic di Pretoria. Warga berkumpul di luar rumah sakit tempat Nelson Mandela terbaring kritis.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela meninggalkan rumah sakit, Minggu (1/9/2013). Dia menjalani perawatan intensif di rumah sakit mulai 8 Juni 2013, dan sempat berkali-kali dikabarkan kritis.

Kepulangan Mandela ke rumahnya di kawasan makmur Johannesburg, akan memungkinkan dia dan keluarga berbagi waktu lebih dekat. Kondisi kesehatan Mandela dinyatakan tetap kritis dan tak stabil sekalipun diizinkan pulang ke rumah.

Kantor Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma mengeluarkan pernyataan bahwa Mandela akan tetap mendapatkan perawatan intensif seperti ketika berada di rumah sakit. Dokter yang menangani Mandela di rumah juga adalah dokter yang merawatnya di rumah sakit.

"Rumahnya telah ditata ulang untuk memungkinkan dia mendapatkan perawatan intensif," demikian salah satu bagian pernyataan itu. Bila kemudian terjadi kondisi kesehatan yang mengharuskannya kembali ke rumah sakit, lanjut pernyataan itu, pemindahan akan dilakukan segera.

Selama 3 bulan, Mandela dirawat di rumah sakit di Pretoria, sekitar 50 kilometer dari Johannesburg. Saat dia dirawat, warga Afrika Selatan terus memperbanyak doa, bahkan menjadikan rumah Mandela dan pintu masuk ke rumah sakit sebagai semacam "tempat suci" yang memperdengarkan doa tiada henti.
Dilarikan ke rumah sakit pada 8 Juni 2013, Mandela disebut mengalami infeksi paru berulang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.