Kompas.com - 28/08/2013, 18:34 WIB
Mantan presiden AS George W. Bush saat berpidato di kampus National University of Singapore in Singapore, 2006. APMantan presiden AS George W. Bush saat berpidato di kampus National University of Singapore in Singapore, 2006.
EditorEgidius Patnistik
SINGAPURA, KOMPAS.COM - Yale University, Selasa (27/8), secara resmi membuka perguruan tinggi yang mengkhususkan pada liberal arts di Singapura yang terkenal ketat pemerintahannya. Universitas bergengsi di Amerika Serikat itu mengatakan ada tuntutan akan “pemikiran kritis” di negara pulau tersebut dan negara-negara Asia lainnya.

Yale-NUS College, sebuah proyek kerja sama dengan National University of Singapore, telah dikritik oleh para pejabat Yale di AS karena pembatasan atas demonstrasi dan aktivitas politik mahasiswa/mahasiswi di Singapura.

“Warga Singapura, dan Asia secara umum, sangat haus akan pendidikan berkualitas yang mendorong pemikiran kritis dan model pendidikan liberal arts dan sains yang diadaptasi untuk abad 21,” ujar Pericles Lewis, presiden institut tersebut, dalam pidatonya.

Kepada kantor berita AFP, ia mengatakan “kami tidak sedang ingin mengubah wacana politik apa pun, tapi kami memberikan mahasiswa alat untuk menjadi warga negara yang aktif, untuk berpikir mengenai banyak isu.”

“Kami kira warga negara yang berpendidikan baik adalah hal yang paling penting bagi negara mana pun, terutama Singapura,” ujarnya.

Jurusan liberal arts memungkinkan mahasiswa untuk merancang kurikulum studi mereka sendiri, sehingga membangun pengetahuan mendasar yang komprehensif, atau multi dan antardisplin.

Angkatan pertama Yale-NUS College ini terdiri dari 157 mahasiswa dari 26 negara, 97 diantaranya warga negara Singapura, yang dipilih dari lebih dari 10.000 pendaftar dan akan mulai kuliah bulan ini di fasilitas-fasilitas sementara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kampus perguruan tinggi ini sendiri sedang dibangun dan akan dibuka pada 2015, dirancang untuk memiliki kapasitas penuh 1.000 mahasiswa.

Lembaga tersebut merupakan yang pertama dibuka oleh Yale di luar kampusnya di New Haven, negara bagian Connecticut.

“Kami yakin lembaga ini memiliki potensi untuk menjadi model untuk yang lainnya, terutama di Asia,” ujar Presiden NUS Tan Chorh Chuan.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP, VOA
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.