Keamanan Terancam, MSF Tutup Operasinya di Somalia

Kompas.com - 14/08/2013, 21:32 WIB
Seorang anggota militer Somalia berjalan melewati puing-puing akibat ledakan bom bunuh diri yang menyerang konvoi pasukan Uni Afrika di Mogadishu. Mohamed Abdiwahab / AFPSeorang anggota militer Somalia berjalan melewati puing-puing akibat ledakan bom bunuh diri yang menyerang konvoi pasukan Uni Afrika di Mogadishu.
EditorErvan Hardoko

NEW YORK, KOMPAS.com - Lembaga amal Medecins Sans Frontieres (MSF) menghentikan operasinya di Somalia setelah 22 tahun bekerja di negara yang tercabik-cabik perang itu.

Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa keputusan itu diambil karena 'serangan ekstrem' terhadap para stafnya.

Presiden MSF Internasional, Dr Unni Karunakara, mengatakan keputusan itu merupakan yang terberat yang pernah mereka ambil.

Ditambahkan bahwa kelompok bersenjata dan para pemimpin sipil semakin mendukung, mentolerir, atau memaafkan pembunuhan, serangan, dan penculikan para pekerja kemanusiaan di sana.

Lebih dari 1.500 staf MSF bekerja melayani berbagai sektor di seluruh Somalia.

Sejak Somalia terjerumus ke dalam perang saudara tahun 1991 lalu, sebanyak 16 pekerja MSF tewas dan terjadi puluhan serangan terhadap staf, ambulans, maupun prasarana kesehatannya.

Bulan lalu, dua pekerja MSF asal Spanyol dibebaskan setelah diculik sejak dua tahun lalu.

Karunakara menyadari bahwa pada akhirnya warga sipil Somalia yang menderita akibat kekerasan yang terus berlangsung.

"Banyak warga Somalia yang tidak pernah tahu negaranya yang tidak mengalami perang atau tanpa bencana kelaparan," tuturnya.

Dan serangan terhadap pekerja kemanusiaan, tambah Karunakara, membuat bantuan kesehatan yang selama ini tersedia bagi rakyat Somalia menjadi musnah.

Bulan Juni, Sekjen PBB, Ban Ki-moon menyatakan kemarahan atas serangan bom di kantor PBB di Somalia yang menewaskan 15 orang.

Para penyerang dari kelompok Al-Shahab yang berkaitan dengan al-Qaida, meledakkan sebuah bom mobil di luar kantor PBB di ibukota Mogadishu dan terlibat dalam pertempuran senjata dengan pasukan keamanan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X