Dianggap Terlalu Cantik, Wanita Iran Dicoret dari Keanggotaan Dewan Kota

Kompas.com - 14/08/2013, 19:15 WIB
Inilah salah satu poster kampanye Nina Siakhali Moradi saat menjadi salah seorang kandidat anggota dewan kota Qazni. Arsitek muda ini dicoret dari keanggotaan dewan kota mesti mendapatkan dukungan suara yang cukup, karena dianggap terlalu cantik dan tak layak menjadi anggota dewan kota. Iran WireInilah salah satu poster kampanye Nina Siakhali Moradi saat menjadi salah seorang kandidat anggota dewan kota Qazni. Arsitek muda ini dicoret dari keanggotaan dewan kota mesti mendapatkan dukungan suara yang cukup, karena dianggap terlalu cantik dan tak layak menjadi anggota dewan kota.
EditorErvan Hardoko
TEHERAN, KOMPAS.com — Meski Presiden Iran Hassan Rohani menjanjikan bahwa pemerintahannya akan meningkatkan hak- hak perempuan, ternyata di salah satu sudut negeri itu seorang perempuan muda justru mendapatkan diskriminasi.

Perempuan itu adalah Nina Siakhali Moradi (27), sarjana arsitektur lulusan Universitas Azan di Qazvin, sebuah kota tua Iran, sekitar 160 kilometer sebelah utara Teheran.

Nina, sempat menjadi fenomena, ketika dalam pemilihan umum Juni lalu dia memperoleh 10.000 suara yang membuatnya menduduki peringkat ke-14 dari 163 kandidat yang berlaga untuk memperebutkan kursi di dewan kota Qazvin.

Namun, cita-cita Nina yang selama ini berprofesi sebagai arsitek dan perancang website untuk menjajal dunia politik pupus setelah posisinya di dewan kota didiskualifikasi.

Alasannya sederhana. Nina dianggap terlalu cantik untuk duduk sebagai salah satu anggota dewan kota yang pernah menjadi ibu kota kekaisaran Persia itu.

"Kami tak ingin seorang foto model berada di dalam dewan," kata seorang pejabat senior Qazvin kepada media setempat.

Masalah ini tak pernah muncul dalam masa kampanye, sebab lembaga kehakiman dan intelijen Iran sudah memberikan lampu hijau untuk Nina bertarung dalam pemilu.

Dengan mengusung slogan "ide pemuda untuk masa depan para pemuda", Nina ingin memperjuangkan hak-hak perempuan lebih besar di Qazvin, restorasi kota tua, dan keterlibatan pemuda lebih besar dalam perencanaan kota.

Selama kampanye, Nina juga tampil "sopan" dalam spanduk-spanduknya. Dia tetap mengenakan hijab yang tak mempertontonkan sehelai pun rambutnya.

Namun, ternyata kehadiran seorang perempuan dalam dewan kota yang didominasi pria belum bisa diterima kalangan pemuka agama konservatif.

Saat nama Nina diumumkan sebagai salah seorang kandidat yang mendapatkan kursi dewan kota, kelompok konservatif meluncurkan protes dan menuntut agar perempuan muda itu didiskualifikasi.

Dalam surat yang ditujukan untuk Gubernur Qazvin, sebuah koalisi kelompok keagamaan mengecam poster-poster pemilu Nina yang mereka anggap vulgar dan melanggar aturan agama.

Akhirnya, Nina didiskualifikasi dan tak mendapatkan posisinya di dewan kota. Alasan yang menjadi dasar diskualifikasi itu adalah Nina dianggap tidak menunjukkan norma-norma Islam dalam kesehariannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Iran Wire
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Internasional
Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X