Kompas.com - 10/08/2013, 20:04 WIB
Pendiri Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Nur Misuari (kiri) bersama Sultan Sulu Jamalul Kiram III di Manila, Filipina. Nur Misuari membenarkan sejumlah pejuang MNLF ikut bertempur di Sabah, Malaysia namun bersikukuh tidak ikut campur dalam ketegangan antara Sulu dan Malaysia. JAY DIRECTO / AFPPendiri Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Nur Misuari (kiri) bersama Sultan Sulu Jamalul Kiram III di Manila, Filipina. Nur Misuari membenarkan sejumlah pejuang MNLF ikut bertempur di Sabah, Malaysia namun bersikukuh tidak ikut campur dalam ketegangan antara Sulu dan Malaysia.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Baku tembak dengan tentara Filipina di Cotabato menewaskan dua orang serdadu dari Gerakan Pembebasan Islam Bangsamoro (BIFM) pada Sabtu (10/8/2013). Dalam insiden itu juga, dua serdadu Filipina terluka.  

Adalah Juru Bicara Divisi 6 Angkatan Darat Filipina Kolonel Dickson Hermoso yang mengatakan kalau saling tembak itu dimulai sekitar pukul setengah sepuluh pagi di Desa Tubak. Warga sekitar mengatakan ada sekelompok pria bersenjata masuk ke desa itu. Mendengar laporan itu, tentara Filipina melakukan operasi. Alhasil, baku tembak tak terelakkan.

Cotabato acap menjadi ajang pertempuran antara kelompok BIFM versus tentara Filipina. Menurut warta AP, gara-gara perang itu, 2.000 warga Cotabato memilih mengungsi. "Kebanyakan pertempuran justru terjadi di dekat kawasan pengungsian Desa Pagangan,"kata Gubernur Cotabato Emmelou Mendoza.

BIFM pada 2010 memisahkan diri dari Front Pembebasan Islam Moro (MILF). Kelompok bersenjata
ini dianggap bertanggung jawab terhadap sejumlah serangan bom di berbagai wilayah di Filipina. Termasuk di dalamnya adalah peledakan bom pada 5 Agustus lalu. Insiden kekerasan ini menewaskan 8 orang dan melukai lusinan warga lainnya.


Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X