Kompas.com - 31/07/2013, 16:53 WIB
Warga Israel yang tinggal di dekat perbatasan dengan Suriah di dataran tinggi Golan menggunakan teropong menyaksikan jalannya pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak Suriah memperebutkan perbatasan Quneitra, Kamis (6/6/2013). Ahmad Gharabli / AFPWarga Israel yang tinggal di dekat perbatasan dengan Suriah di dataran tinggi Golan menggunakan teropong menyaksikan jalannya pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak Suriah memperebutkan perbatasan Quneitra, Kamis (6/6/2013).
EditorErvan Hardoko
MANILA, KOMPAS.com - Pemerintah Filipina berencana untuk mempertahankan pasukannya di dataran tinggi Golan setidaknya untuk enam bulan mendatang. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario, Rabu (31/7/2013).

Keputusan ini diambil pemerintah Filipina setelah PBB menjanjikan keamanan 342 personel pasukan Filipina yang bertugas di zona gencatan senjata antara Israel dan Suriah itu.

Rosario menambahkan, Filipina merasa puas dengan langkah-langkah yang diambil PBB untuk menjamin keselamatan personel pasukan Filipina dengan menjanjikan tersedianya peralatan perlindungan dan persenjataan yang memadai, termasuk kendaraan lapis baja.

"Dengan dasar itu, maka kami akan melanjutkan tugas kembali setelah 11 Agustus," kata Rosario merujuk tenggat waktu rencana penarikan mundur pasukan Filipina.

Lebih lanjut Rosario mengatakan, segera merekomendasikan kepada Presiden Benigno Aquino untuk mempertahankan pasukannya di Golan untuk enam bulan mendatang.

Rosario menambahkan, PBB juga berjanji akan menambah jumlah pasukannya di Golan hingga mencapai 1.250 personel pada Oktober mendatang.

Jumlah ini diperlukan untuk mengganti peran pasukan Austria, Kroasia, dan Jepang yang sudah terlebih dahulu menarik pasukannya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasukan perdamaian PBB di Golan terjebak dalam pertempuran antara pasukan pemerintah Suriah dan pemberontak di kawasan yang dijaganya, yang selama 40 tahun terakhir relatif tenang.

Bahkan 20 personel pasukan Filipina sempat disandera sebanyak dua kali tahun ini.

Israel merebut dataran tinggi Golan dari Suriah sebagai hasil Perang Enam Hari 1967. Kedua negara secara teori masih dalam kondisi perang.

Pasukan PBB di Dataran Tinggi Golan (UNDOF), yang mengawasi gencatan senjata Israel dan Filipina, saat ini memiliki 1.000 orang pasukan penjaga keamanan dan staf sipil dair India, Nepal, Irlandia, Fiji, Moldova, Maroko, dan Filipina.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X