Kompas.com - 18/07/2013, 18:29 WIB
Ilustrasi. Pemerintah Australia akan memindahkan para pencari suaka ke Nauru, sebuah pulau kecil di Samudera Pasifik. | AFP
Ilustrasi. Pemerintah Australia akan memindahkan para pencari suaka ke Nauru, sebuah pulau kecil di Samudera Pasifik. | AFP
|
EditorErvan Hardoko
SYDNEY, KOMPAS.com — Tiga pekan setelah menjadi Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd tampaknya hendak menjadikan masalah pencari suaka sebagai salah satu agenda yang perlu mendapatkan perhatian serius.


Pemerintahan Partai Buruh sedang mengkaji kebijakan baru, dan menurut laporan televisi Channel 7, Kamis (18/7/2013), pemerintah secara diam-diam membuat perubahan untuk memulangkan para pencari suaka ke negeri asal mereka dengan cepat.

Pengkajian perubahan kebijakan dilakukan karena gelombang pencari suaka lewat laut ke Australia semakin gencar.

Pekan ini, Angkatan Laut Australia sudah mendapatkan "panggilan darurat" kelima kalinya untuk menolong kapal pencari suaka yang mengalami kesulitan di laut lepas.

Pada Kamis, dua kapal lagi tiba di Pulau Christmas dengan sekitar 200 pencari suaka di dalamnya.

Menurut laporan The Australian, pencari suaka paling banyak sepanjang tahun 2013 berasal dari Iran.

Di tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan pencari suaka adalah Sri Lanka di tahun 2012, dan Afganistan di tahun 2011.

Menurut laporan koresponden Kompas.com di Australia L Sastra Wijaya, perubahan kebijakan yang akan dilakukan Kevin Rudd adalah mengubah sistem tribunal pengungsi, dan memulangkan apa yang mereka sebut "pengungsi ekonomi."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sistem tribunal pengungsi yang ada sekarang ini berisi tim independen yang terdiri dari 30 peneliti untuk menentukan apakah pencari suaka bisa dipulangkan ke negara asal mereka.

Mulai 1 Juli, menurut Channel 7, ada perubahan yang dilakukan Departemen Imigrasi dengan pembentukan tim tribunal baru yang mana penilaian didasarkan pada informasi yang diberikan oleh Departemen Luar Negeri.

Dengan sistem baru ini, diharapkan akan lebih cepat diputuskan apakah pencari suaka ini bisa dipulangkan ke negara asal mereka. Dengan itu, diperkirakan akan membuat para pencari suaka lainnya yang belum tiba untuk memikirkan kembali niat mereka ke Australia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.