Snowden Ajukan Suaka ke Norwegia

Kompas.com - 02/07/2013, 15:52 WIB
Foto ini menampilkan Terminal E Bandara Sheremetyevo, Moskwa, Rusia tempat di mana pembocor rahasia CIA, Edward Snowden menginap setelah transit dalam penerbangan ke Kuba. KIRILL KUDRYAVTSEV / AFPFoto ini menampilkan Terminal E Bandara Sheremetyevo, Moskwa, Rusia tempat di mana pembocor rahasia CIA, Edward Snowden menginap setelah transit dalam penerbangan ke Kuba.
EditorEgidius Patnistik
OSLO, KOMPAS.COM — Edward Snowden, mantan staf intelijen AS, telah mengajukan suaka politik ke Norwegia, kata Kementerian Luar Negeri Norwegia, Selasa (2/7/2013).

Saat ditanya apakah Snowden telah mengajukan permohonan suaka ke negara Nordik itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Norwegia, Frode Andersen, mengatakan, "Saya dapat mengonfirmasikan bahwa kami telah menerima permohonan suaka melalui faks ke kedutaan kami di Moskwa kemarin sore."

"Itu mungkin dari dia dan itu diduga ditandatangani dirinya, tetapi kami tidak memiliki cara untuk memeriksa hal itu," katanya.

Andersen menolak memberikan rincian tentang isi surat itu atau dari mana faks itu dikirim ke kedutaan.

Snowden telah menjadi buronan Pemerintah AS sejak mengungkapkan pemantauan skala besar AS terhadap internet dan alat komunikasi lainnya, termasuk terhadap para sekutunya, yaitu Pemerintah Jerman, Italia dan Perancis.

Dalam sebuah pernyataan terpisah di situs WikiLeaks yang di-posting semalam, Snowden juga menuduh Washington menekan para pemimpin sejumlah negara untuk menolak dirinya berlindung saat dia mencari suaka di 21 negara, termasuk Rusia.

"Ini semua adalah alat agresi politik lama dan buruk," kata Snowden dalam pernyataan itu. "Tujuan mereka adalah untuk menakut-nakuti, bukan saya, tapi orang-orang yang mau mengikuti saya."

"Tanpa perintah pengadilan, Pemerintah AS sekarang berusaha untuk menghentikan saya memperoleh hak dasar. Sebuah hak yang dimiliki setiap orang. Hak untuk mencari suaka," kata Snowden.

Snowden saat ini bersembunyi di Bandara Sheremetyevo di Moskwa, dan dia memecah kebisuannya selama 10 hari dengan pernyataan di WikiLeaks itu.



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X