Kompas.com - 20/06/2013, 22:48 WIB
Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah. ABBAS MOMANI / AFPPerdana Menteri Palestina Rami Hamdallah.
|
EditorErvan Hardoko
RAMALLAH, KOMPAS.com — Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah, Kamis (20/6/2013), mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Mahmoud Abbas, hanya dua pekan setelah menduduki jabatannya. Demikian pernyataan sumber Pemerintahan Palestina seperti dikutip AFP.

"Hamdallah mengajukan surat pengunduran dirinya kepada Presiden setelah berselisih dan tidak menemukan kata sepakat dengan dua deputinya," kata pejabat yang tak ingin disebutkan namanya itu.

Sumber lain di kantor perdana menteri mengatakan, Hamdallah, teknokrat lulusan Inggris itu, mengajukan pengunduran diri sebagai protes "terhadap perebutan kekuasaan".

Sejauh ini belum diketahui apakah Presiden Mahmoud Abbas akan menerima pengunduran diri Perdana Menterinya yang baru saja menggantikan Salam Fayyad pada 2 Juni lalu.

Setelah dilantik menjadi Perdana Menteri, pada 6 Juni, 24 menteri kabinet baru pimpinan Hamdallah dilantik. Di dalam kabinet itu termasuk dua orang deputi menteri, Ziad Abu Amr dan Mohammed Mustafa.

Mustafa, yang mengetuai Dana Investasi Palestina diberi peran sebagai penasihat ekonomi. Pada awalnya, Mustafa yang menjadi kandidat kuat pengganti Fayyad.

Pada saat pemerintahan baru dilantik, Mustafa-lah —dan bukan Hamdallah— yang menggelar konferensi pers pertama seusai menggelar rapat kabinet pertamanya pada 11 Juni.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kejadian ini membuat banyak kalangan bertanya-tanya soal keutuhan kabinet baru pimpinan Hamdallah ini.

Perdana menteri sebelumnya, Salam Fayyad, mengundurkan diri pada pertengahan April lalu setelah beberapa bulan menjalani hubungan kurang mesra dengan Presiden Abbas akibat mundurnya Menteri Keuangan Nabil Qassis.

Saat itu Fayyad menerima pengunduran diri Qassis, tetapi Presiden Abbas justru menolak mundurnya sang menteri keuangan.

Perselisihan itu kemudian berujung dengan mundurnya Fayyad, tetapi tetap menjadi Pelaksana Tugas Perdana Menteri atas permintaan Abbas, hingga 2 Juni lalu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.