Salin Artikel

Manfaatkan AS Tarik Pasukan di Suriah, ISIS Himpun Kekuatan

Pada 6 Oktober, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa 1.000 tentara bakal ditarik dari timur laut yang menjadi zona perbatasan Turki dan milisi Kurdi.

Penarikan pasukan AS dari Suriah itu memberikan jalan bagi Turki untuk menggelar Operation Peace Spring terhadap milisi Kurdi.

Trump, yang sering dikritik bahkan oleh sekutunya sendiri, mengubah sikapnya. Terakhir, dia menyebut sebagian kecil militer bakal bertahan di Suriah untuk mengamankan ladang minyak.

"ISIS mengeksploitasi serngan Turki dan penarikan militer AS untuk menghimpun kekuatan dan kemampuan mereka di Suriah untuk merencanakan serangan," ujar Pentagon.

Melalui Kantor Inspektur Jenderal, ISIS bakal punya persiapan untuk menyerang Barat, dan membantu 19 jaringan mereka di seluruh dunia.

"Dalam jangka panjang, kelompok itu bakal mengambil alih sebagian populasi Suriah dan mengembangkan pengaruh mereka di dunia," demikian isi laporan itu dikutip AFP Selasa (19/11/2019).

Berdasarkan data Badan Intelijen Pertahanan (DIA) kematian pemimpin mereka, Abu Bakr al-Baghdadi, hanya memberikan dampak kecil.

Mereka sudah mengaktifkan sel tidur untuk menyerang Pasukan Demokratik Suriah (SDF), aliansi paramiliter dengan Kurdi sebagai tumpuannya.

Milisi Kurdi merupakan tulang punggung dalam koalisi internasional yang dipimpin oleh AS untuk membasmi ISIS dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan dokumen dari Pentagon, pasukan AS yang bermarkas di Suriah masih mempersenjatai SDF, namun sudah tidak melatih mereka.

Diperkiran hingga berakhirnya kuartal ketiga, SDF mempunyai sekitar 100.000 milisi.

https://internasional.kompas.com/read/2019/11/20/15341361/manfaatkan-as-tarik-pasukan-di-suriah-isis-himpun-kekuatan

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke