Ahok Masuk Jajaran "Para Pemikir Dunia" Halaman 1 - Kompas.com

Ahok Masuk Jajaran "Para Pemikir Dunia"

Kontributor Singapura, Ericssen
Kompas.com - 07/12/2017, 05:10 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat berkampanye di Gang Pepaya, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (6/1/2017).KOMPAS.com/Kurnia Sari Aziza Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat berkampanye di Gang Pepaya, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (6/1/2017).

 

SINGAPURA, KOMPAS.com — Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama masuk daftar bergengsi “Top Global Thinkers 2017” versi majalah ternama Foreign Policy.

Pria yang kerap disapa Ahok itu bergabung dengan tokoh-tokoh dunia ternama.

Mereka antara lain Presiden Perancis Emmanuel Macron, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Pemimpin Oposisi Inggris Jeremy Corbyn, Senator California sekaligus capres potensial AS di 2020 Kamala Harris, The Silence Breakers, para perempuan penggerak gerakan fenomenal #MeToo, serta nama ternama lainnya di daftar yang dirilis awal pekan ini.

Tercatat, ada 48 tokoh yang dinilai sebagai sosok yang mendefinisikan tahun 2017 dengan kontribusi menonjol yang membentuk pemikiran dunia.

Ahok menjadi satu-satunya tokoh Indonesia yang berada dalam daftar tersebut.

Baca juga: Melihat Penyusunan Anggaran Era Ahok dan Anies...

Seorang minoritas ganda
Ahok, menurut editor Foreign Policy, Benjamin Soloway, digambarkan sebagai ikon yang berdiri tegak melawan meningkatnya hantu fundamentalis di Indonesia.

Pria beretnis Tionghoa dan beragama Kristen Protestan itu berlidah sangat tajam di negara dengan jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia. Ahok disebut bukan tipikal politisi biasa Indonesia.

Mulai dari momen ketika mantan Bupati Belitung Timur itu menginjakkan kaki di Balai Kota Jakarta 2012, Ahok sudah diprediksi akan menjadi sosok yang mengundang polarisasi.

Pada awalnya, latar belakangnya sebagai seorang minoritas ganda tidak menjadi masalah. Namun, tubrukan dengan kaum konservatif Islam akhirnya tidak bisa terbendung.

Setelah blundernya di Kepulauan Seribu, karier politik Ahok berakhir. Namun, Ahok menjadi simbol penting dari pluralisme yang sedang tersudut di Indonesia.

Baca juga: Apa Kabar Pak Ahok? Nenek Mimi Mau Ucapkan Terima Kasih

Majalah Foreign Policy menyebut, hal yang mencengangkan adalah ketika Ahok, sebagai seorang minoritas ganda ditambah dengan gaya bahasanya yang impulsif, dapat melangkah begitu jauh di kancah politik Indonesia.

Hanya dalam waktu tiga tahun, karier politik suami Veronica Purnama ini melesat bagaikan meteor. Dari seorang anggota DPR Bangka Belitung menjadi Gubernur DKI Jakarta, ibu kota Indonesia.

Page:
PenulisKontributor Singapura, Ericssen
EditorArdi Priyatno Utomo
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM