Macron: Perangi Teroris Jadi Prioritas Kebijakan Luar Negeri Perancis - Kompas.com

Macron: Perangi Teroris Jadi Prioritas Kebijakan Luar Negeri Perancis

Kontributor Singapura, Ericssen
Kompas.com - 30/08/2017, 16:13 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron berbicara di depan duta besar negara sahabat di Istana Kepresidenan Elysee, Selasa (29/8/2017)AFP PHOTO Presiden Perancis Emmanuel Macron berbicara di depan duta besar negara sahabat di Istana Kepresidenan Elysee, Selasa (29/8/2017)

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron meluncurkan doktrin kebijakan luar negerinya.

Berbicara di depan 200 diplomat yang berkumpul di Perancis, Presiden termuda dalam sejarah Perancis itu menegaskan, perang terhadap terorisme adalah prioritas kebijakan luar negerinya. 

“Menjaga keamanan penduduk Perancis berarti memerangi terorisme, dan itu adalah prioritas kita bersama,” ucap Macron seperti dikutip AFP.

Macron juga berjanji akan memperkuat citra dan kedudukan Perancis di dunia internasional.

Baca: Habiskan Rp 414 Juta untuk Rias Wajah, Presiden Macron Dihujani Kritik

Dia bertekad menjadikan Perancis kembali sebagai kekuatan utama dunia di tengah dunia yang semakin tidak stabil.

Prancis, menurut Macron, akan menjalin kerjasama dengan negara-negara penting termasuk di Timur Tengah, seperti Iran dan Arab Saudi, yang hingga saat ini masih bersengketa.

“Sejumlah negara memilih untuk berafiliasi dengan blok tertentu, itu adalah kesalahan. Kekuatan diplomasi adalah berdialog dengan semua pihak,” tutur Macron.

Macron juga mengatakan, Perancis akan menjadi tuan rumah untuk konferensi di awal tahun 2018, yang akan membahas mengenai bagaimana memotong aliran dana ke kelompok teroris seperti Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS).

Pidato luar negeri Macron diserukan di tengah merosotnya popularitas sejak dia memegang jabatan.

Baca: Tingkat Popularitas Presiden Macron Terus Turun, Ada Apa?

Survei terakhir menunjukan hanya 40 persen warga yang puas dengan kinerjanya. Capaian itu anjlok 22 poin, dibanding saat dia dilantik tiga bulan lalu.

Tidak sedikit yang menduga pidato ini disampaikan untuk memulihkan kembali popularitasnya.

Macron memang dikenal pandai menjaga citra dalam hal kebijakan luar negeri. Dengan penampilan yang flamboyan dan usianya yang muda, dia telah menjadi perhatian banyak pemimpin dunia. 

Warga dunia pun tak ketinggalan menyambut kedatangannya saat dia melakukan kunjungan-kunjungan kerja ke luar Perancis.

Dia juga dengan gagah menjamu Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di bulan pertama masa kepresidenannnya.

Mantan bankir dan menteri ekonomi ini juga berani mengkritik Trump ketika AS menarik diri dari kesepakatan iklim Paris.

Dia juga tidak segan menyindir rekor Hak Asasi Manusia (HAM) di dalam Pemerintahan Putin.

Baca: Popularitas Anjlok, Macron Mengubah Gaya Kepresidenan

PenulisKontributor Singapura, Ericssen
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM