Diduga Kekurangan Oksigen, 60 Anak Meninggal di Rumah Sakit di India - Kompas.com

Diduga Kekurangan Oksigen, 60 Anak Meninggal di Rumah Sakit di India

Krisiandi
Kompas.com - 12/08/2017, 18:08 WIB
IlustrasiSHUTTERSTOCK Ilustrasi

LUCKNOW, KOMPAS.com - Sedikitnya 60 pasien anak-anak meninggal dalam kurun waktu lima hari di Rumah Sakit Baba Raghav Das, sebuah rumah sakit pemerintah di Distrik Gorakhpur di Negara Bagian Uttar Pradesh, India.

Sebagian besar kematian diduga lantaran kekurangan oksigen. Dikhawatirkan, jumlah korban terus bertambah.

Otoritas setempat mengaku telah menyelidiki penyebab kematian 60 pasien tersebut. Namun, mereka membantah bahwa meninggalnya anak-anak tersebut disebabkan kekurangan oksigen.

Media India menyebutkan bahwa 30 anak meninggal pada Kamis (10/8/2017) dan Jumat (11/8/2017) setelah suplai oksigen ke rumah sakit tersebut terganggu. Gangguan pasokan oksigen diduga karena rumah sakit itu menunggak tagihan.

(Baca: Pemimpin Oposisi India Rahul Gandhi Dilempari Batu di Gujarat)

"Kami telah menyelidiki dan sebuah laporan awal harus dikeluarkan hari ini. Ya, 60 pasien telah meninggal di rumah sakit dalam lima hari terakhir, namun kami tidak menganggapnya berkaitan dengan laporan kekurangan oksigen," kata pejabat Gorakhpur, Anil Kumar kepada AFP.

Kepala Menteri Negara Bagian Yogi Adityanath memerintahkan penyelidikan terhadap peristiwa kematian yang dianggap tak wajar tersebut. Disebutkan dalam pernyataan Yogi, 60 kematian terjadi di bangsal anak-anak di rumah sakit tersebut selama lima hari sejak Senin (7/8/2017).

Sebanyak 23 anak meninggal pada Kamis, yang menurut pernyataan Yogi, karena rendahnya tekanan suplai oksigen cair dan sebanyak 52 tabung oksigen cadangan sudah digunakan.

Koran The Hindustan Times pada Sabtu (12/8/2017) menggambarkan adegan kacau di rumah sakit tersebut lantaran pasokan oksigen terganggu.

Koran itu menulis bahwa rumah sakit sakit terbesar di Distrik Gorakhpur tersebut kehabisan oksigen sekitar pukul 1.00 pagi.

"Semua berantakan," tulis Hindustan Times.

"Yang terjadi selanjutnya adalah kekacauan total karena kerabat pasien panik mencari bantuan, dan dengan dukungan staf rumah sakit mencoba untuk menjaga pasokan oksigen. Mereka menggunakan alat bantu pernapasan manual," demikian laporan Hindustan Times.

(Baca: Setiap Hari, Satu Warga India Tewas Diserang Gajah dan Harimau)

"Namun beberapa pasien mulai ambruk karena pasokan yang tidak memadai."

Wilayah ini merupakan salah satu negara bagian termiskin di India. Setiap tahunnya ratusan anak meninggal yang sebagian besar disebabkan virus Japanese Encephalitis dan Acute Encephalitis.

"Kami akan mendapatkan lebih banyak tabung oksigen cair malam ini atau besok, dan juga telah membersihkan iuran pemasok," ujar Kumar.

Dia menambahkan bahwa kematian bisa jadi bukan karena kekurangan oksigen. "Karena banyak pasien dirawat karena penyakit serius," kata dia.

PenulisKrisiandi
EditorAmir Sodikin
SumberAFP
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM