Misteri Kematian Pempimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi - Kompas.com

Misteri Kematian Pempimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi

Kompas.com - 12/07/2017, 18:29 WIB
Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi di sebuah masjid di kota Mosul, Irak, 5 Juli 2014Reuters Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi di sebuah masjid di kota Mosul, Irak, 5 Juli 2014

KOMPAS.com - Laporan tentang kematian pemimpin kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), Abu Bakar al-Baghdadi muncul lagi setelah Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) mengonfirmasinya, Selasa (11/7/2017).

Sebelumnya, dia sudah berulangkali dilaporkan tewas oleh berbagai media asing. Bahkan, kantor berita resmi ISIS, Amaq, juga sudah mengakui bahwa Baghdadi sudah tewas.

Walau demikian, rincian tentang kematian Baghdadi itu sendiri belum jelas, misalnya kapan, di mana, dan bagaimana dia tewas, dan siapakah pihak yang membunuhnya.

Ini beberapa hal yang perlu kita ketahui atau apa yang sudah kita ketahui hingga sejauh ini terkait dengan isu kematian Baghdadi tersebut?

Informasih yang simpang siur, mana yang dapat dijadikan rujukan?

Konfirmasi yang diberikan SOHR merujuk pada sumber-sumber mereka yang layak dipercaya, bahkan satu sumber di antaranya berada di lingkaran pertama di wilayah yang dikuasai ISIS di Suriah, sebagaimana dilaporkan The Independent, Selasa (11/7/2017).

Baca: SOHR Pastikan Baghdadi Sudah Tewas, AS dan Sekutunya Masih Ragu

Sebelumnya, 16 Juni 2017, Kementerian Keamanan Rusia juga mengumumkan bahwa Baghdadi sudah tewas dalam sebuah serangan udara Rusia di dekat Raqqa, Suriah utara, akhir Mei.

Dalam sebuah pernyataan dari pasukan keamanan Irak, pejabat mengatakan, "Jet tempur Irak telah menyasar konvoi Baghdadi ketika mereka bergerak keluar menuju Karabla, untuk menghadiri pertemuan para pemimpin teroris Daesh (ISIS)."

Sementara laporan yang dikonfirmasi oleh SOHR menyebutkan, Baghdadi tewas dalam sebuah serangan di Deir Ezzor, Suriah timur.  

SOHR tidak menyebutkan, pasukan mana yang membunuh Baghdadi. Laporan Amaq mengatakan, Baghdadi telah dibunuh oleh serangan koalisi AS, lima hari setelah Ramadhan lalu dimulai.

Kantor berita yang memiliki kaitannya dengan ISIS itu menambahkan, Baghdadi memiliki tiga istri, yakni satu warga Suriah dan dua Irak.

Pejabat Turki kepada The Independent, Selasa (11/7/2017), menyebutkan, mereka telah menerima laporan bahwa Baghdadi sudah tewas.

Baca: Rusia Konfirmasi Abu Bakar al-Baghdadi Dipastikan Tewas

Pentagon, Kurdi Suriah, dan pejabat Irak mengaku tidak dapat memastikan laporan SOHR, tetapi juga tidak menolak klaim organisasi pegiat HAM Suriah itu.

Namun, sumber ISIS yang dikutip harian Al Quds al-Arabi edisi 3 Juli 2017 mengungkapkan, Baghdadi masih hidup dan sehat wal afiat, sebagaimana dilaporkan harian Kompas, Rabu (12/7/2017).

Siapa yang mengklaim Baghdadi tewas?

SOHR, organisasi pegiat HAM Suriah yang berbasis di London, Inggris, sudah mengumumkannya secara resmi bahwa Baghdadi sudah tewas.

Klaim itu terjadi satu bulan setelah Rusia mengaku telah menembak mati sejumlah pemimpin ISIS dalam sebuah pertemuan di dekat Raqqa, dan salah satu yang tewas adalah Baghdadi.

Namun, menurut The Independet, klaim Amaq sebelumya sulit diverifikasi, sehingga dianggap belum ada konfirmasi resmi dari kantor berita resmi ISIS itu.

Kelompok SOHR merupakan sumber yang kredibel, memiliki rekam jejak yang baik memantau perang saudara di Suriah, memiliki jaringan yang luas di Suriah, dan karena itulah klaim mereka dianggap serius.

Baca: Ini Kronologi Serangan Rusia Diduga Bunuh Abu Bakar al-Baghdadi

Para pejabat intelijen sedang menunggu klaim dari dinas intelijen terkait perang Suriah. Sebab, perlu  waktu berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk memverfikasi laporan Amaq.

Bukankah kematian Baghdadi telah dilaporkan berulangkali sebelumnya?

Ya, sudah puluhan kali. Terbaru adalah klaim Rusia dan SOHR.

Bahkan Moskwa mengatakan, tentara Rusia telah membunuh Baghdadi dan petinggi ISIS lainnya dalam serangan udara di Suriah pada akhir Mei.

Namun, Rusia tidak menunjukkan bukti yang kuat atas pernyataan itu sehingga ditanggapi dingin oleh Pentagon, pejabat Irak, dan Kurdi Suriah.

Seorang pejabat dalam pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan, adalah beberapa  “kelemahan” di dalam serangan udara Moskwa dan dampak kerusakannya.

SOHR mempertaruhkan reputasinya untuk mengajukan klaim bahwa Baghdadi telah tewas, karena berdasarkan keterangan sumber mereka.

Namun, para pemimpin SOHR tidak mengatakan kapan, atau bagaimana, Baghdadi tewas – hanya disebut bahwa dia telah tinggal di daerah Deir Ezzor selama tiga bulan terakhir.

Jika Baghdadi tidak tewas, mengapa dia tidak merilis video atau foto bukti dirinya?

Pertanyaan itu bernilai jutaan dollar AS. Jika Baghdadi masih hidup, ya AS sudah menyediakan 25 juta dollar untuk setiap informasi yang dapat membantu penangkapan Baghdadi.

Baca: ISIS Akui Baghdadi Tewas, seperti Apa Sosok Pemimpin Teroris Itu

Jika benar masih hidup, mengapa dia tidak memperlihatkan dirinya kepada publik atau pengikut ISIS yang tersebar di Irak dan Suriah?

Baghdadi hanya membuat satu penampilan publik dalam beberapa tahun terakhir – saat dia mengumumkan pembentukan“khalifah” di Masjid Agung al Nuri, Mosul, pada musim panas 2014.

Namun, masjid itu telah dirobohkan oleh para militan ISIS sendiri. Apakah itu juga sebuah pratanda bahwa Baghdadi sudah “roboh” alias tewas, sehingga tak ada lagi yang patut dikenang?

Terutama lagi karena baik di Suriah maupun di Irak, eksistensi perjuangan ISIS sudah melemah dan banyak wilayah yang dikuasai mereka telah direbut kembali oleh pasukan pemerintah.

ISIS sebagai sebuah kelompok di Irak dan Suriah sudah tercabik-cabik dan tercerai-berai.

Ada yang menyebutkan, Baghdadi diduga telah secara diam-diam, karena alasan keamanan, tidak mau menunjukkan diri kepada publik. Benarkah demikian?

Baca: ISIS Akui Baghdadi Tewas, seperti Apa Sosok Pemimpin Teroris Itu

ISIS masih mempertahankan sebagian kecil wilayah yang digunakannya untuk mengendalikan Suriah dan Irak.  Penampilan publik Baghdadi tentu saja dapat menguatkan para pengikutnya.

Jika Baghdadi tewas, berita tersebut akan berdampak buruk pada kelompok ISIS, yang hampir kehilangan kekhalifahannya.

Mungkin, penghancuran masjid Nuri ada buktinya. Maka, tidak diragukan lagi kematiannya telah mengendurkan semangat para pengikutnya seiring dengan kekalahannya di banyak wilayah di Irak dan Suriah.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM