Membentuk Polisi Syariah, Kelompok Islam Radikal Jerman Bakal Diadili - Kompas.com

Membentuk Polisi Syariah, Kelompok Islam Radikal Jerman Bakal Diadili

Kompas.com - 04/05/2016, 17:49 WIB
AFP Tokoh Salafis Jerman, Sven Lau

BERLIN, KOMPAS.com –  Pengadilan Jerman, Selasa (3/5/2016), mengatakan, sebuah kelompok Islam radikal Jerman akan diadili karena telah membentuk polisi syariah.

Polisi syariah yang dibentuk itu turun ke jalan-jalan dan memeritahu penduduk agar tak lagi menenggak minuman keras, berjudi, dan mendengarkan musik.

Muslim ultra-konservatif dari kelompok Salafi, Sven Lau, membentuk polisi syariah di Wuppertal pada 2014 dan memicu kemarahan publik di negara mayoritas Kristen itu.

Para politis dan media Jerman telah menyerukan sebuah tindakan tegas terkait propaganda Islam radikal tersebut.

"Tidak ada toleransi untuk kelompok Salafis," demikian tajuk harian konservatif Jerman, Die Welt.

Tajuk tersebut diterbitkan setelah sekelompok orang mengenakan rompi oranye bertuliskan "Shariah Police" melakukan patroli di jalanan-jalan kota Wuppertal.

Pengadilan di Wuppertal pada Desember lalu mengatakan, kelompok Islam radikal itu bakal didakwa telah melanggar hukum Jerman.

Namun, pengadilan yang lebih tinggi telah membatalkan keputusan itu dan mengumumkan bahwa delapan anggota kelompok Salafi itu bisa diadili. Namun, pengadilan tidak menetapkan tanggalnya.

Twitter/Al Arabiya Foto para polisi Syariah Jerman sebelum berpatroli berfoto dan mengungga foto mereka lewat Twitter.

Pengadilan tinggi negara di Dusseldorf juga menemukan bahwa hukum, yang ditujukan untuk melawan gerakan militan seperti partai Nazi dahulu, bisa diterapkan dalam kasus ini.

Jerman memisahkan dengan tegas urusan negara dan agama. Hal itu berbeda dengan ajaran Islam. Namun, perbedaan itu telah diterapkan dengan tegas oleh kelompok Islam radikal Jerman dengan membentuk polisi syariah seperti di beberapa negara Islam.

Lau, seorang khatib paling terkenal di Jerman,  telah ditangkap pada Desember lalu dengan dakwaan telah mendukung kelompok teroris di Suriah.

Jerman juga telah mendakwa Lau karena mendukung dan merekrut pemuda-pemuda Muslim untuk mendukung Army of Emigrants and Supporters, yang oleh otoritas Jerman dimasukkan sebagai organisasi teroris.

Pada Minggu (1/5/2016), delegasi partai anti-imigrasi Jerman yakni Alternative for Germany (AfD) mendukung sebuah manifesto pemilu yang mengatakan Islam tidak kompatibel dengan konstitusi negara.

Politisi AfD  menyerukan pemerintah untuk melarang pembangunan menara masjid dan pemakaian burqa di tempat umum.

EditorPascal S Bin Saju
SumberAFP
Komentar

Terkini Lainnya

'Mukjizat Tuhan Terus Bekerja dalam Orang yang Dilupakan...'

"Mukjizat Tuhan Terus Bekerja dalam Orang yang Dilupakan..."

Regional
Paus Fransiskus Nikahkan Pasangan Kru Pesawat di Tengah Penerbangan

Paus Fransiskus Nikahkan Pasangan Kru Pesawat di Tengah Penerbangan

Internasional
Cerita Idrus Marham yang Dua Kali Diusir dari Kemensos

Cerita Idrus Marham yang Dua Kali Diusir dari Kemensos

Nasional
Ini Syarat Ikut Program Rumah DP 0 Rupiah

Ini Syarat Ikut Program Rumah DP 0 Rupiah

Megapolitan
Perjalanan Anies-Sandi Mewujudkan Rumah DP 0 yang Dulu Diragukan...

Perjalanan Anies-Sandi Mewujudkan Rumah DP 0 yang Dulu Diragukan...

Megapolitan
Tokoh Oposisi Zimbabwe Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di New Mexico

Tokoh Oposisi Zimbabwe Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di New Mexico

Internasional
Tolak Rangkap Jabatan, Wiranto Dinilai Lebih Konsisten daripada Jokowi

Tolak Rangkap Jabatan, Wiranto Dinilai Lebih Konsisten daripada Jokowi

Nasional
Longsoran Bastem yang Tutupi Jalan Trans Sulawesi Sulit Dievakuasi

Longsoran Bastem yang Tutupi Jalan Trans Sulawesi Sulit Dievakuasi

Regional
Rumah Cimanggis yang Terancam Digusur untuk Kampus UIII Berusia Lebih dari 200 Tahun

Rumah Cimanggis yang Terancam Digusur untuk Kampus UIII Berusia Lebih dari 200 Tahun

Megapolitan
Pilkada Serentak, 7 Daerah di Jawa Barat Akan Dipimpin Pelaksana Tugas

Pilkada Serentak, 7 Daerah di Jawa Barat Akan Dipimpin Pelaksana Tugas

Regional
KPU Tak Gubris Konflik Parpol dalam Proses Verifikasi Faktual, Hanura Walk Out

KPU Tak Gubris Konflik Parpol dalam Proses Verifikasi Faktual, Hanura Walk Out

Nasional
Bertabrakan Dengan UU TNI dan Polri, UU Pilkada Perlu Direvisi

Bertabrakan Dengan UU TNI dan Polri, UU Pilkada Perlu Direvisi

Nasional
Berita Terpopuler: Swedia Bersiap Perang, hingga Skandal Trump dengan Aktris Porno

Berita Terpopuler: Swedia Bersiap Perang, hingga Skandal Trump dengan Aktris Porno

Internasional
Uniknya 'Paper Cut' Banyuwangi, dari Kebo-keboan Sampai Fitri Carlina

Uniknya "Paper Cut" Banyuwangi, dari Kebo-keboan Sampai Fitri Carlina

Regional
Rumah DP 0 di Klapa Village Dipastikan Tak Dibangun di Lahan Mangkrak

Rumah DP 0 di Klapa Village Dipastikan Tak Dibangun di Lahan Mangkrak

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM