Polisi yang Ditembak dalam Pembantaian Kantor Majalah "Charlie Hebdo" adalah Seorang Muslim - Kompas.com

Polisi yang Ditembak dalam Pembantaian Kantor Majalah "Charlie Hebdo" adalah Seorang Muslim

Kompas.com - 09/01/2015, 01:03 WIB
@twitter Ahmed Merabet, Polisi Paris yang tewas ditembak dalam pembantaian di Charlie Hebdo

KOMPAS.com — Ribuan orang berdoa untuk memberikan penghormatannya kepada polisi Muslim yang tewas ditembak saat pembantaian kantor redaksi majalah Charlie Hebdo. Ahmed Merabet dianggap sebagai pahlawan sesungguhnya dalam peristiwa tersebut.

Penghormatan terhadap Ahmed diberikan lantaran ia ditembak oleh terduga kelompok Islam fanatik. Penghormatan terhadap Ahmed bersamaan dengan demonstrasi terhadap serangan di kantor redaksi majalah satire tersebut.

Rekan seprofesinya mengatakan, teman-temannya terguncang melihat tayangan video penembakan di kantor majalah Charlie Hebdo, terlebih lagi terdapat gambar Ahmed ditembak di jalan ketika sudah terluka.

Hari ini, tanda pagar #JesuisAhmed mulai menjadi trending topic di Twitter. Ribuan orang mengekspresikan kekagumannya terhadap Ahmed yang merelakan jiwanya untuk membela kebebasan berekspresi.

Ahmed berasal dari Livry-Gargan, wilayah bagian utara Paris. Ia merupakan polisi yang terlatih selama delapan tahun.

Korps kepolisian tempat Ahmed bekerja merilis pernyataan bahwa mereka merasa terpukul ketika melihat Ahmed ditembak mati. Ia dikenal sebagai orang yang pendiam dan dikenal cukup teliti.

"Kami sangat terpukul. Kepolisian sangat terpengaruh dengan melihat tayangan video penembakan Ahmed yang menjadi rekan kerja mereka," kata Rocco Contento, wakil dari serikat kepolisian.

Majalah di Perancis berjanji akan mengangkat edisi penolakannya terhadap pembantaian di kantor Charlie Hebdo. Bahkan, kisah Ahmed juga akan diangkat.

"Ahmed Merabet mati karena melindungi orang-orang tidak berdosa dari kebencian. Saya kagum dan hormat terhadap dirinya," kata seorang warga Perancis yang turut berduka.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorFidel Ali Permana
Komentar

Terkini Lainnya

Depresi, Muhrodin Panjat Pohon Kelapa dari Pagi hingga Malam

Depresi, Muhrodin Panjat Pohon Kelapa dari Pagi hingga Malam

Regional
Overdosis Obat Kuat, Suparno Tewas usai Bercinta dengan PSK

Overdosis Obat Kuat, Suparno Tewas usai Bercinta dengan PSK

Regional
Beda Sikap dengan Pemerintah di Perppu Ormas, PAN Siap Dievaluasi dari Koalisi

Beda Sikap dengan Pemerintah di Perppu Ormas, PAN Siap Dievaluasi dari Koalisi

Nasional
Balas Dendam, ISIS Bunuh 116 Warga Sipil A-Qaryatain di Suriah

Balas Dendam, ISIS Bunuh 116 Warga Sipil A-Qaryatain di Suriah

Internasional
Jokowi Teken PP 43/2017, Anak Korban Tindak Pidana Bisa Ajukan Ganti Rugi

Jokowi Teken PP 43/2017, Anak Korban Tindak Pidana Bisa Ajukan Ganti Rugi

Nasional
Mengapa Anggaran Pilkada 2018 Berpotensi Tembus Rp 20 Triliun?

Mengapa Anggaran Pilkada 2018 Berpotensi Tembus Rp 20 Triliun?

Nasional
Seorang Wanita Selundupkan Ponsel dalam Pembalut untuk Suaminya di Tahanan

Seorang Wanita Selundupkan Ponsel dalam Pembalut untuk Suaminya di Tahanan

Megapolitan
Penjaga Toko Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Pinggir Jalan

Penjaga Toko Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Pinggir Jalan

Regional
Karangan Bunga untuk Kahiyang Mulai Dipesan, dari Rp 1 Juta hingga Rp 2 Juta

Karangan Bunga untuk Kahiyang Mulai Dipesan, dari Rp 1 Juta hingga Rp 2 Juta

Regional
Pyongyang Kirim Surat Terbuka 'Tak Biasa' ke Barat

Pyongyang Kirim Surat Terbuka "Tak Biasa" ke Barat

Internasional
Pilkada Jatim, Kiai Kampung Minta Khofifah Lepaskan Jabatan Mensos

Pilkada Jatim, Kiai Kampung Minta Khofifah Lepaskan Jabatan Mensos

Regional
Gelar Aksi Solo Dukung Rohingya, Seorang Aktivis Banglades Dibekuk

Gelar Aksi Solo Dukung Rohingya, Seorang Aktivis Banglades Dibekuk

Internasional
BMKG: Puting Beliung di Kepulauan Seribu Fenomena Alam Biasa

BMKG: Puting Beliung di Kepulauan Seribu Fenomena Alam Biasa

Megapolitan
Bawaslu: Laporan Partai Idaman tentang Pelanggaran Administrasi Belum Lengkap

Bawaslu: Laporan Partai Idaman tentang Pelanggaran Administrasi Belum Lengkap

Nasional
Sudirman Terus Tertunduk Saat Orangtua Italia Jelaskan Kronologi Penembakan Putrinya

Sudirman Terus Tertunduk Saat Orangtua Italia Jelaskan Kronologi Penembakan Putrinya

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM