Kisah Heroik Polisi India: Lintasi Batas Negara secara Ilegal demi Selamatkan Warga Sipil

Kompas.com - 29/02/2020, 14:07 WIB
Polisi berpatroli di area terdampak kerusuhan pro-kontra UU Kewarganegaraan India, Rabu (27/2/2020). RUPAK DE CHOWDHURIPolisi berpatroli di area terdampak kerusuhan pro-kontra UU Kewarganegaraan India, Rabu (27/2/2020).

NEW DELHI, KOMPAS.com - Seorang polisi India dinobatkan sebagai pahlawan karena berani melewati batas negara tanpa izin demi menyelamatkan warga yang terdampak kerusuhan.

Kerusuhan akibat pro-kontra UU Kewarganegaraan India ini mulai pecah pada Minggu (23/2/2020) yang menewaskan 39 orang dan melukai 200 orang.

BBC mengisahkan, ada seorang polisi di negara bagian Uttar Pradesh yang berpatroli di pos pemeriksaan perbatasan pada 25 Februari.

Seketika, dia mendengar ada suara tembakan dari Karala Nagar di Delhi, yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari tempatnya berdiri.

Polisi bernama Neeraj Jadaun itu melihat gerombolan 40-50 orang membakar kendaraan. Salah satu dari mereka melempari sebuah rumah dengan bom bensin.

Saat itu juga Jadaun meninggalkan protokol polisi tradisional, dan membuat keputusan sepersekian detik untuk melintasi perbatasam negara bagian ke Delhi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai tambahan informasi, di India petugas kepolisian perlu izin tertulis untuk melintasi perbatasan negara.

Baca juga: Menteri Agama Prihatin atas Kekerasan di India

"Saya memutuskan menyeberang. Saya rela pergi sendirian meski sadar itu berbahaya, dan fakta bahwa (wilayah) itu di luar yurisdiksi saya. Itu adalah 15 detik paling menakutkan dalam hidup saya," tutur Jadaun pada BBC.

"Syukurlah, tim mengikuti saya, dan senior saya juga mendukung saat saya memberitahu mereka kemudian," lanjutnya.

Jadaun juga menceritakan tindakan yang dilakukannya berbahaya karena timnya kalah jumlah dan para perusuh dibekali senjata. Dia bersama tim awalnya coba bernegosiasi, tapi gagal.

Tim Jadaun lalu memperingatkan bahwa polisi akan melepaskan tembakan. Massa sempat mundur, tetapi tak lama kemudian melempari tim Jadaun dengan batu.

"Kami juga mendengar suara tembakan," ucap Jadaun.

Namun Jadaun bersama timnya bergeming. Mereka tetap mempertahankan posisi dan terus mendorong perusuh sampai pergi.

Baca juga: Terkait Konflik di India, Komisi I Minta Kemenlu Pastikan Keamanan WNI

"Situasinya sangat berbahaya. Para perusuh bersenjata lengkap dan mereka tidak mendengarkan siapa pun. Saya menggambarkan mereka haus darah," ungkap Richi Kumar, seorang reporter harian Amar Ujala.

Dia menggambarkan keputusan Jadaun sebagai "tindakan paling berani" yang pernah dilihatnya.

Richi turut menceritakan para polisi dilempari batu dan ada kemungkinan polisi ditembak oleh perusuh, tapi Jadaun tidak mundur.

Kerusuhan ini pertama kali pecah di utara-timur Delhi, antara pengunjuk rasa yang menentang UU Kewarganegaraan India yang kontroversial.

Namun sejak itu situasi bertambah runyam dan mencekam. Jadaun mengatakan, para perusuh yang dia lihat bersiap melakukan pembakaran.

"Daerah itu memiliki banyak toko dengan stok bambu. Api akan menelan seluruh area kalau dibiarkan. Jumlah kematian di Delhi akan jauh lebih tinggi."

Baca juga: India Bayar Pelatih Bulu Tangkis asal Indonesia Rp 114 Juta Per Bulan

Walau tindakannya telah menyelamatkan nyawa orang lain, Jadaun enggan disebut pahlawan.

"Saya bukan pahlawan. Saya telah bersumpah untuk melindungi orang India yang dalam bahaya. Saya hanya melakukan tugas karena tidak mau membiarkan orang mati dalam pengawasan saya," lanjutnya.

Kerusuhan yang terjadi di India adalah dampak pro-kontra dari UU Kewarganegaraan India atau Citizenship Amendment Act (CAA).

UU ini memberi amnesti kepada imigran non-Muslim dari tiga negara mayoritas Muslim terdekat seperti Afghanistan, Pakistan dan Bangladesh.

Perdana Menteri Narendra Modi menyangkal hal ini dan mengatakan bahwa dia hanya berusaha memberikan amnesti kepada minoritas yang dianiaya.

Namun hal itu diprotes oleh ratusan ribu orang di India baik umat Islam maupun Hindu.

Baca juga: Bertemu Dubes India, Mahfud MD Bahas Persoalan Andaman

Mereka juga melakukan beberapa aksi seperti duduk bersama di Shaheen Bagh di Delhi.

UU Kewarganegaraan India ini memberikan kewarganegaraan pada minoritas agama.

Pemerintah yang dipimpin Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) mengatakan akan memberi perlindungan kepada orang-orang yang melarikan diri dari penganiayaan agama.

Namun para kritikus meyakini bahwa UU Kewarganegaraan India adalah bagian dari upaya BJP untuk memarjinalisasikan umat Islam.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X