4 Gorila Terancam Punah di Uganda Mati, Diduga Tersambar Petir

Kompas.com - 09/02/2020, 09:21 WIB
Gorilla RedGazelle15/WikipediaGorilla

KAMPALA, KOMPAS.com - Empat ekor gorila terancam punah, dengan satu di antaranya masih bayi, dilaporkan mati di Uganda dengan dugaan mereka tersambar petir.

Kolaborasi Lintas Perbatasan Virunga Raya (GVTC) menyampaikan, keempat gorila itu berasal dari keluarga Hirwa di Taman Nasional Mgahinga.

"Kami sangat sedih dengan kematian yang tidak terduga ini," demikian keterangan pihak GVTC sebagaimana diwartakan Sky News Sabtu (8/2/2020).

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: 22 Desember 1956, Gorila Pertama Kali Lahir di Kandang

Dalam keterangan pihak taman, gorila gunung itu disebut mati setelah tersambar petir pada 3 Februari, dengan rinciannya tiga ekor betina dewasa dan satu anak-anak.

Mereka mendasarkan keterangan mereka berdasarkan "luka kotor", di mana setelah diperiksa dan melihat kondisi lapangan, keempatnya tersengat listrik.

Meski begitu, sampel yang dibawa sejumlah organisasi seperti Otoritas Alam Liar Uganda hingga Gorillas Doctor bakal diserahkan kepada laboratorium.

Di sana, mereka akan mengadakan analisa untuk keperluan pemeriksaan post-mortem yang kemungkinan selesai dalam dua sampai tiga pekan.

Adapun 17 anggota keluarga Hirwa lainnya, yang diketahui sampai ke taman setelah menyeberang dari Rwanda pada Agustus 2019, bakal dimonitor kesehatannya.

Pada Jumat (7/2/2020), GVTC mengunggah kicauan di Twitter bahwa ada dua bayi gorila yang terlihat. Tidak diketahui apakah salah satunya jadi korban.

Nation Geographic menuturkan, saat ini tinggal 1.000 ekor gorila gunung yang hidup di ketinggin antara 8.000 sampai 13.000 kaki.

Mereka berkeliaran di kawasan lereng vulkanik yang hijau, terletak di Rwanda, Uganda, hingga Republik Demokratik Kongo.

Meski jumlah mereka mengalami peningkatan, Uni Internasional Konservasi Alam tetap menggolongkan mereka sebagai hewan terancam punah.

Baca juga: Gorila Lepas dari Kandang, Kebun Binatang di China Minta Bantuan Tim SWAT



Sumber Sky News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X