Serangan Bom di Filipina, Belasan Orang Terluka

Kompas.com - 23/12/2019, 15:09 WIB
Dalam foto yang diambil pada September 2016 ini terlihat beberapa prajurit AD Filipina bersiaga di dekat kendaraan lapis baja di sebuah kamp militer di Jolo, prosvinsi Sulu, di pulau Mindanao, yang menjadi basis kelompok militan Abu Sayyaf. AFP/MARK NAVALESDalam foto yang diambil pada September 2016 ini terlihat beberapa prajurit AD Filipina bersiaga di dekat kendaraan lapis baja di sebuah kamp militer di Jolo, prosvinsi Sulu, di pulau Mindanao, yang menjadi basis kelompok militan Abu Sayyaf.

MANILA, KOMPAS.com - Serangan bom beruntun menimpa kota Cotabato di Pulau Mindanao di selatan Filipina, Minggu (22/12/2019).

Serangan yang terjadi pada malam hari itu melukai setidaknya 17 orang termasuk tentara Filipina.

Dilansir Philippine Star, Juru Bicara Komando Militer Mindanao Barat Mayor Arvin Encinas menuturkan, sebuah granat dilempar ke truk tentara yang sedang berpatroli di Cotabato.

Ledakan granat itu melukai delapan tentara dan empat warga sipil.

Baca juga: Kemenlu: 2 dari 3 WNI Sandera Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

Tak lama, sebuah ledakan menyusul di kota Libungan yang terletak tak jauh dari Cotabato. Lima warga terluka, satu di antaranya terluka berat.

Setelah itu, ledakan kembali terjadi di kota yang berdekatan, Maguindanao. Pihak kepolisian masih mengumpulkan informasi terkait ledakan ini.

Belum ada kelompok teroris yang mengklaim atas aksi serangan ini.

"Kami tak mengurangi kemungkinan Bangsamoro Islamic Freedom Fighters (BIFF) dan kelompok teroris yang terinsipirasi Daesh (singkatan ISIS dalam bahasa Arab) ada di balik ledakan ini," kata Encinas kepada AFP.

Baca juga: 3 WNI Disandera Abu Sayyaf, Polri Kerja Sama dengan Badan Anti-Penculikan Filipina

Rangkaian aksi teror ini bukan yang pertama menimpa Filipina. Filipina tengah menghadapi ancaman kelompok teroris.

Khususnya di Mindanao yang jadi basis kelompok teroris yang telah menewaskan lebih dari 100.000 orang.

Pada Desember tahun lalu, dua orang tewas dan 35 orang terluka di Cotabato akibat ledakan bom di depan pusat perbelanjaan. Serangan itu diduga dilakukan militan ISIS.

Kendati Moro Islamic Liberation Front, kelompok separatis terbesar telah berdamai pada 2019 ini, faksi-faksinya masih bergerilya.

Faksi-faksi itu meliputi BIFF yang berafiliansi dengan ISIS, dan Abu Sayyaf.

Baca juga: Pembebasan 2 WNI dari Kelompok Abu Sayyaf Didahului Baku Tembak

Pada Juni lalu, eskalasi aksi teror mengkhawatirkan Filipina. Ini dirasakan setelah seorang jihadis asal Filipina yang diakui sebagai pengantin bom bunuh diri lokal pertama, meledakkan diri di pangkalan militer.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X