Kompas.com - 21/12/2019, 09:40 WIB
Foto tangkapan layar yang diambil dari tayangan stasiun televisi Korea Utara, KCTV, pada 1 Agustus 2019, yang memperlihatkan siluet Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang melihat peluncuran rudal balistik di lokasi yang tidak diketahui. AFP PHOTO / HANDOUT / KCTVFoto tangkapan layar yang diambil dari tayangan stasiun televisi Korea Utara, KCTV, pada 1 Agustus 2019, yang memperlihatkan siluet Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sedang melihat peluncuran rudal balistik di lokasi yang tidak diketahui.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - AS disebut bersiap menghadapi "hadiah Natal" tak menyenangkan yang pernah dilontarkan oleh Korea Utara.

Ancaman itu, seperti diwartakan Sky News Jumat (20/12/2019), bisa saja peluncuran rudal balistik atau uji coba senjata nuklir.

Langkah itu bakal mengakhiri moratorium penghentian tes senjata yang Korea Utara deklrasikan sendiri, sekaligus memanaskan situasi kawasan.

Baca juga: Tenggat Waktu Negosiasi Mendekat, Trump Awasi Korea Utara

Kebijakan Pyongyang itu juga mengancam tujuan utama Presiden Donald Trump, yakni denuklirisasi di Semenanjung Korea.

"Korut merupakan satu dari sekian banyak negara yang sangat kami awasi," kata Jenderal Mark Milley, Chairman Kepala Staf Gabungan.

Kepada awak media, Milley menjamin aliansi AS dengan Jepang dan Korea Selatan "solid laksana batu", dan siap membela kepentingan bersama.

Milley menolak menjelaskan kesiapan seperti apa yang dilakukan tiga negara menyambut "hadiah Natal" tak menyenangkan dari Pyongyang ini.

"Korut sudah mengindikasikan banyak hal saat ini. Jadi, kami sudah bersiap untuk apa pun," kata jenderal dari Angkatan Darat itu.

Berbicara di sebelahnya, Menteri Pertahanan Mark Esper mengemukakan Washington pada dasarnya "siap bertarung", namun dia ingin menekankan diplomasi.

"Saya tetap berharap kami bisa memulai proses (denuklirisasi) lagi, dan tetap berada di koridor diplomasi," ujar Esper dilansir AFP.

Pada awal Desember ini, Korea Utara sudah menjanjikan "hadiah Natal" tak menyenangkan jika AS tak menawarkan pendekatan denuklirisasi baru.

Negara komunis itu sempat mengklaim menggelar "uji coba penting" di situs peluncuran satelit Sohae yang sebelumnya ditutup.

AS menyatakan itu adalah tes mesin, namun pakar mengkhawatirkan jika mereka hendak mencoba rudal balistik antar-benua (ICBM).

Baca juga: Korea Utara Kembali Gelar Tes Krusial

Pemimpin Kim Jong Un sudah mengultimatum supaya AS datang membawa tawaran baru, paling lambat sebelum pidato Tahun Baru 1 Januari 2020.

Pyongyang kemudian menegaskan, terserah AS mereka ingin mendapatkan "hadiah Natal" seperti apa yang bakal diterima.

Memanasnya Korea Utara dan AS dipicu gagalnya pertemuan kedua antara Presiden Donald Trump dengan Kim Jong Un.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada akhir Februari itu, kedua pemimpin gagal mendapatkan kesepakatan.

Victor Cha, pakar di CSIS mengutarakan bahwa berdasarkan peninjauan di situs peluncuran, dia menyebut Korut siap "beraksi".

Dia memprediksi uji coba ke depan adalah rudal balistik berbasis laut, atau bahan bakar roket, yang membuat AS maupun sekutunya kaget.

Baca juga: Korea Utara Mengancam Bakal Beri Hadiah Natal, Ini Peringatan AS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP,Sky News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.