Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Kompas.com - 16/11/2019, 14:27 WIB
Sekelompok orang melewati Lapangan St Mark, dengan Basilika St Mark di depannya apda 15 November 2019. Venesia dihantam gelombang pasang tertinggi dalam 50 tahun terakhir, dengan pemerintah Italia mengumumkan keadaan darurat. AFP/FILIPPO MONTEFORTESekelompok orang melewati Lapangan St Mark, dengan Basilika St Mark di depannya apda 15 November 2019. Venesia dihantam gelombang pasang tertinggi dalam 50 tahun terakhir, dengan pemerintah Italia mengumumkan keadaan darurat.

VENESIA, KOMPAS.com - Warga di Venesia dilaporkan mulai melakukan penyelamatkan terhadap sejumlah karya seni setelah banjir melanda pekan ini.

Gelombang pasang di kota kanal itu sudah mencapai 154 sentimeter, dengan sekitar 70 persen bagian di sana telah terendam air.

Karena terkena banjir dari laut, otoritas setempat pun berjibaku untuk menyelamatkan karya seni sebelum terkena erosi dari air asin.

Baca juga: Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir


Menteri Kebudayaan Dario FRanceschini dikutip Sky News Jumat (15/11/2019) menerangkan, lebih dari 50 gereja di Venesia dikabarkan mengalami kerusakan.

Karena itu, keamanan dan pakar seni dikerahkan untuk mulai menghitung berapa banyak karya yang ada di seluruh kota, dan pekerjaan itu jelas butuh waktu.

Lapangan St Mark yang terkenal dilaporkan ditutup setelah air yang masuk setinggi lutut, dengan hotel serta pertokoan terendam air.

Wali Kota Luigi Brugnaro mengatakan, dia telah menerjunkan pasukan keamanan bekerja sama dengan polisi untuk menutup St Mark yang disebutnya "kebanggaan seluruh Italia".

Sebelumnya, pemerintah sempat memprediksi gelombang pasang itu bakal mencapai 160 sentimeter, jauh melampaui level darurat yang mengaktifkan sirene peringatan.

Di kondisi normal, air yang menggenang bakal mencapai 80-90 sentimeter. Meski tergolong tinggi, tetapi masih bisa diatasi.

Karena itu, sangat mengagetkan ketika Venesia mencatatkan 187 sentimeter pada Selasa (12/11/2019). Terparah kedua sejak banjir 1966 yang mencapai 194 sentimeter.

"Satu lagi hari bersiaga bagi publik Venesia. Angin sirocco terus bertiup. Saya akan terus memberikan perkembangan kepada Anda," ujar Brugnaro.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Internasional
Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Internasional
Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Internasional
Korea Utara Mengancam Bakal Beri 'Hadiah Natal', Ini Peringatan AS

Korea Utara Mengancam Bakal Beri "Hadiah Natal", Ini Peringatan AS

Internasional
Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk 'Person of the Year' Versi TIME

Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk "Person of the Year" Versi TIME

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X