Tabrak Lansia hingga Tewas Saat Balas Instagram, Remaja 19 Tahun Dipenjara 2 Pekan

Kompas.com - 01/11/2019, 19:42 WIB
Ilustrasi thawornnurakIlustrasi

SINGAPURA, KOMPAS.com - Seorang remaja di Singapura dipenjara selama dua pekan setelah menabrak lansia hingga tewas saat membalas pesan di Instagram.

Muhammad Adli Adi tengah mengendarai sepeda di Tampines ketika dia melepas setang dan sibuk membalas pesan pada 3 Juni 2018 lalu.

Saat membalas pesan di Instagram itulah, dia tidak mengetahui jika Poh Cho Hui, lansia berusia 60 tahun, berjalan di depannya.

Baca juga: 6 Fakta Bupati Banjarnegara Pamer Slip Gaji di Instagram, Sebut Terlalu Kecil hingga Tanggapan DPRD

Tak pelak, remaja 19 tahun itu tidak bisa mengendalikan sepedanya. Dia menabrak Poh yang jatuh dalam insiden pukul 20.00 waktu setempat.

Dilansir The Straits Times via Asia One Jumat (1/11/2019), Poh dibawa ke rumah sakit. Namun dia tewas akibat cedera kepala enam hari kemudian.

Adi yang bekerja sebagai pengantar makanan paruh waktu pada saat insiden, mendapat vonis dipenjara selama dua pekan karena menyebabkan kematian Poh.

Dalam persidangan, disebutkan bahwa Adi mengendarai sepeda dengan kecepatan 23 km per jam, dan sepedanya tak dilengkapi lampu depan.

Setelah tabrakan, Poh dilaporkan jatuh ke tanah dengan darah keluar dari belakang kepalanya. Dia tak merespons meski matanya terbuka.

Polisi yang mendapat laporan segera datang, dan membawa Poh di Rumah Sakit Umum Changi, di mana dokter menyatakan dia terkena trauma otak.

Di sidang, Wakil Jaksa Penuntut Sanjiv Vaswani memberi tahu Hakim Eddy Tham bahwa sepeda Adi berjenis fixed gear yang tak punya sistem pengereman manual.

Sepeda itu menggunakan mekanisme rem pedal, di mana pengguna memutar pedal ke belakang untuk mengerem. Vaswani pun meminta Hakim Tham menambahkan hukuman.

Dia menuntut Adi dipenjara selama tiga pekan karena dianggap lalai dengan tuduhan "tidak bisa mengontrol sepedanya dengan benar".

"Sudah jelas terdakwa bersepeda dalam kecepatan tinggi, melepas tangan dari setang, dan melakukan kelalaian," ujar Vaswani dalam tuntutannya.

Kuasa hukum Adi, Michael Han, sempat meminta Hakim Tham untuk menjatuhkan hukuman percobaan karena status kliennya yang masih remaja.

Tham mengakui dia sempat mempertimbangkan memberi masa percobaan. Tetapi dia menekankan dalam kasus di mana korbannya meninggal, hukuman itu dikecualikan.

Setelah vonis, anak Poh, Shawn Toh, mengatakan keadilan sudah terlaksana. "Dia sudah mendapatkan hukumannya. Kini kami harus menatap ke depan," tuturnya.

Baca juga: Topan Hagibis: Perempuan Lansia Tewas Jatuh dari Helikopter Saat Diselamatkan



Sumber Asia One
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X