Kompas.com - 24/10/2019, 08:53 WIB
Konvoi pasukan Amerika Serikat tiba di dekat kota Kurdi di Irak, Bardarash, setelah meninggalkan wilayah Suriah, Senin (21/10/2019). AFP / SAFIN HAMEDKonvoi pasukan Amerika Serikat tiba di dekat kota Kurdi di Irak, Bardarash, setelah meninggalkan wilayah Suriah, Senin (21/10/2019).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pasukan Amerika Serikat yang sebelumnya ditarik dari Suriah kini akan ditempatkan sementara di Irak sebelum dipulangkan ke AS.

Disampaikan Menteri Pertahanan Mark Esper, pasukan AS bakal menarik diri secara bertahan dari Suriah dan kini telah dipindahkan dari "zona serangan langsung" ke koridor timur laut di luar negara itu.

"Lalu kami akan menjalankan fase lain yang akan menarik semua pasukan. Sementara kami akan memposisikan (pasukan) di Irak sebelum membawa mereka pulang. Mereka akan pulang," kata Esper dalam wawancara dengan CNN, Selasa (22/10/2019).

Puluhan kendaraan lapis baja AS telah tiba di sebuah pangkalan di wilayah Kurdistan, Irak, pada Senin (21/10/2019).

Baca juga: Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung Teroris di Suriah

Ditanya tentang komentar Presiden Donald Trump pada Senin lalu bahwa sejumlah kecil tentara akan dikerahkan untuk pengamanan ladang minyak di Suriah, Esper mengatakan bahwa hal itu masih dalam pembicaraan.

"Tetapi hal itu perlu untuk diselesaikan tepat waktu. Presiden belum menyetujuinya," kata Esper, dikutip AFP.

"Berkenaan dengan penyebaran (pasukan), tujuan saya adalah untuk membuat opsi saya tetap terbuka. Sungguh, opsi presiden masih terbuka."

"Jika terjadi perubahan situasi lapangan di Suriah atau bagian lain, kami memiliki fleksibilitas untuk menanggapi posisi presiden," lanjutnya.

Esper kembali menanggapi tudingan terhadap keputusan Trump yang dianggap mengabaikan sekutu Kurdi di Suriah yang telah membantu dalam melawan ISIS.

Baca juga: Trump Siap Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Orang-orang Kurdi telah dipaksa meninggalkan tempat tinggal mereka di kota-kota yang dikuasai di Suriah setelah adanya serangan dari Turki.

"Washington menentang adanya invasi Turki, tetapi kami tidak akan berperang melawan sekutu NATO, tentu saja tidak, terlebih berkenaan dengan perbatasan yang sejak awal tidak kami tanda tangani untuk pertahankan," kata Esper.

Amerika Serikat saat ini memiliki 5.200 tentara di Irak, bagian dari koalisi internasional pimpinan AS melawan ISIS.

Kehadiran mereka di beberapa pangkalan di Irak telah menjadi bahan perdebatan, dengan milisi dan politisi Syiah yang pro-Iran sering mengajukan tuntutan untuk penarikan mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.