Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng dan Perempuan Boleh Menyetir, Mengapa Arab Saudi Sangat Terbuka?

Kompas.com - 08/10/2019, 06:00 WIB
Perempuan di Arab Saudi memenuhi jalanan sambil mengemudikan mobil pada Minggu (24/6/2018) dini hari. (AFP/Hussain Radwan) Perempuan di Arab Saudi memenuhi jalanan sambil mengemudikan mobil pada Minggu (24/6/2018) dini hari. (AFP/Hussain Radwan)

RIYADH, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi menjadi perbincangan setelah mengumumkan kebijakan terbaru di sektor pariwisata pada Minggu (6/10/2019).

Kebijakan itu adalah mengizinkan turis asing yang tidak menikah untuk menginap di kamar hotel yang sama, selain memberi kelonggaran bagi turis perempuan tak mengenakan abaya di ruang publik.

Pengumuman itu menjadi kebijakan terbaru dari pemerintah Arab Saudi yang ultrakonservatif setelah menawarkan visa turis untuk pertama kali.

Baca juga: Arab Saudi Izinkan Pasangan Turis Asing Tak Menikah Menginap di Satu Kamar Hotel

Ini bukan kali pertama Saudi bersikap terbuka. Sebelumnya, mereka juga membuka bioskop untuk pertama kali dalam 35 tahun terakhir.

Kemudian yang paling krusial adalah ketika Riyadh memutuskan mencabut larangan bagi perempuan menyetir mobil pada 24 Juni 2018.

Kemudian juga ada perubahan dalam sistem perwalian, seperti perempuan boleh bepergian ke luar negeri tanpa harus izin dengan wali pria.

Selain itu terdapat kelonggaran lain seperti perempuan boleh menonton secara langsung pertandingan sepak bola di stadion pada 12 Januari 2018.

Dengan berbagai perubahan tersebut, apa yang menjadi faktor Arab Saudi bisa terbuka seperti itu?

Baca juga: Ini 7 Hal Bukti Kerajaan Arab Saudi yang Mulai Terbuka

Sosok kunci itu bernama putra mahkota MBS

Pada 25 April 2016, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, atau yang akrab disapa MBS, menelurkan konsep bernama Visi Saudi 2030.

Secara garis besarnya, visi itu merupakan rencana Riyadh untuk mengurangi ketergantungan pada minyak dan melakukan diversifikasi ekonomi.

Tujuan dari visi yang diumumkan Putra Mahkota MBS adalah memperkuat ekonomi dan investasi, meningkatkan perdagangan nonminyak, dan meningkatkan belanja militer.

Kebijakan yang digulirkan Saudi membuat Sabika al-Dosari, seorang pembawa acara televisi setempat, mengemudikan sedan hingga ke perbatasan Bahrain.

Eman Alhussein, peneliti di European Council on Foreign Relations, mengatakan, reformasi itu membawa dampak dalam kehidupan Saudi.

Baca juga: Putra Mahkota MBS, Sosok Kunci dalam Reformasi Arab Saudi

"Satu hal yang jelas berubah dalam beberapa tahun terakhir adalah kehidupan sosial yang secara umum lebih nyaman," ujarnya dikutip Frontline di pbs.org 1 Oktober lalu.

Alhussein menjelaskan, selama ini publik Saudi harus mempertahankan dua gaya hidup. Satu di rumah, di mana dia bisa bersikap normal dan melakukan apa yang mereka suka.

Kemudian satu lagi ketika berada di depan publik. "Kini, terdapat atmosfer yang lebih relaks di kota besar seperti Riyadh dan Jeddah.

Pangeran yang menjadi putra mahkota pada 2017 itu menuturkan, reformasi yang dia lakukan merupakan bentuk "keterbukaan" dari masa lalu.

"Kami hanya kembali pada apa yang kami ikuti, yakni Islam moderat yang terbuka bagi dunia dan semua agama," kata Pangeran MBS.

Kemudian dalam wawancara dengan The Guardian juga pada 2017, MBS menerangkan dia mengeluhkan sikap ultrakonservatif Saudi terhadap rival regionalnya, Iran.

Dalam penilaian Alhussein, reformasi yang digulirkan MBS merupakan batu pijakan besar. "Apa yang pemerintah lakukan adalah mereka tidak memaksakan sistem patriarki," katanya.

Baca juga: Perempuan Saudi Kini Bebas Bepergian ke Luar Negeri Tanpa Izin Wali Laki-laki

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai 'Anjing Gila'

Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai "Anjing Gila"

Internasional
Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Internasional
Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Internasional
Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Internasional
Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X