Kompas.com - 05/10/2019, 15:56 WIB
Demonstran Irak berpartisipasi dalam demonstrasi menentang korupsi, layanan publik yang buruk, dan pengangguran kronis di Lapangan Khellani, Baghdad, pada 4 Oktober 2019. Jumlah korban tewas hingga saat ini dilaporkan mencapai 73 orang. AFP/AHMAD AL-RUBAYEDemonstran Irak berpartisipasi dalam demonstrasi menentang korupsi, layanan publik yang buruk, dan pengangguran kronis di Lapangan Khellani, Baghdad, pada 4 Oktober 2019. Jumlah korban tewas hingga saat ini dilaporkan mencapai 73 orang.

BAGHDAD, KOMPAS.com - Otoritas di Irak menyatakan, korban tewas demonstrasi yang terjadi di Baghdad maupun kota lainnya sudah mencapai 73 orang.

Menurut komisi HAM parlemen seperti diberitakan kantor berita AFP Sabtu (5/10/2019), sebanyak 3.000 orang terluka dalam aksi protes itu.

Baca juga: Protes di Irak Masih Berlanjut, 46 Orang Dikabarkan Tewas

Kabar melonjaknya korban tewas terjadi di tengah demonstrasi yang menentang pengangguran kronis, layanan publik yang buruk, dan korupsi.

Kemudian sebanyak 540 demonstran ditahan, dengan sekitar 200 di antaranya mendekam dalam penjara dalam pergerakan yang dimulai Selasa (1/10/2019).

Demo anti-pemerintah yang awalnya berlangsung di Baghdad berubah menjadi kerusuhan mematikan, dan menjadi tantangan bagi Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi.

Otoritas keamanan berusaha mencegah krisis semakin meluas telah memberlakukan jam malam di sejumlah kota dalam unjuk rasa yang berlangsung pada hari kelima ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain menutup jalan ke ibu kota, militer juga mengerahkan konvoi bersenjata mereka ke kawasan Nassiriya, dan menutup akses internet.

Adel mengecam adanya "kelompok penyerang". Namun, dia menyerukan dialog di mana dalam pernyataannya, dia siap mendengarkan tuntutan demonstran.

Ulama berpengaruh Irak, Moqtada Sadr menyerukan kepada Mahdi dan pemerintahannya untuk mundur sebagai tanggung jawab atas demo yang terjadi.

"Pemerintah harus mengundurkan diri, dan menggelar pemilihan diri di bawah supervisi PBB," tegas mantan komandan milisi Syiah itu.

Pernyataan Sadr memperkuat seruan pemimpin spiritual Irak, Grand Ayatollah Ali Sistani, ketika menyampaikan khotbah Jumat (4/10/2019).

Ali Sistani menyerukan supaya Baghdad mendengarkan permintaan demonstran, dan memperingatkan demonstrasi tak akan mereda sebelum kebijakan barua diambil.

Baca juga: Ribuan Warga Gelar Demonstrasi di Irak, 30 Orang Tewas dalam 3 Hari

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.