Niat Lakukan Perjalanan Spiritual, Biksu Nepal Dipenjara Usai Lecehkan Wanita di Singapura

Kompas.com - 24/09/2019, 17:57 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi

SINGAPURA, KOMPAS.com – Niat melakukan perjalanan spiritual di Singapura, seorang biksu asal Nepal justru harus mendekam di penjara selama lima bulan karena terjerat kasus pelecehan seksual.

Tamang Dawa (42), terbukti bersalah di pengadilan telah melecehkan seorang wanita yang sedang berdagang di kawasang Geylang, pada 11 Juli lalu.

Hakim pun menjatuhkan vonis lima bulan penjara kepada biksu Buddha tersebut, demikian diberitakan Channel News Asia.

Dalam fakta persidangan, Dawa sedang menyurusi jalan Geylang, pada 11 Juli lalu, sekitar pukul 23.30 malam.

Baca juga: Marak Penindasan dan Pelecehan oleh Atasan, Alat Mata-mata Laku Keras di Korea Selatan

Di tengah perjalanan, Dawa melintas di depan kios yang sedang dijaga oleh korban. Wanita itu pun memanggil Dawa untuk melihat-lihat barang dagangannya.

Biksu itu pun berhenti sejenak untuk melihat barang-barang yang dijual wanita tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun saat wanita itu membungkuk, tiba-tiba Dawa menggerayangi bagian payudara wanita berusia 28 tahun itu.

Korban, yang disembunyikan identitasnya oleh pengadilan, segera menepis tangan Dawa dan berteriak minta tolong.

Dua orang pejalan kaki yang kebetulan lewat mengejar dan berhasil menangkap biksu yang mencoba melarikan diri itu.

Baca juga: Viral Pelecehan Remas Payudara di Tangerang, Polisi Buru Pelakunya

Biksu itu pun sempat meminta maaf dan menawarkan uang kepada korban sebagai kompensasi. Namun korban menolak dan Dawa ditahan pihak kepolisian.

Dalam pembelaannya, Dawa mengatakan dia tersulut untuk memegang tubuh korban karena dia baru minum enam gelas bir dengan temannya sebelum kejadian.

Diketahui bahwa Dawa berkunjung ke Singapura untuk memperpanjang visa ke Taiwan guna melakukan kunjungan kerohanian.

"Tidak ada sedikitpun itikad dari pelaku terbang ke Singapura untuk melakukan tindak kriminal seksual," kata Cory Wong, pengacara Dawa.

"Dawa adalah biksu yang sering mengunjungi Singapura untuk membaca tulisan suci di sejumlah Kuil Buddha."

"Perjalanan ini adalah bagian dari ziarah rohaninya. Dia tidak pernah memiliki catatan kriminal. Perbuatan ini sangat bertolak belakang dengan karakternya."

Baca juga: Ada Pelecehan Seksual, Bagaimana Menanggapinya?

"Dawa sangat menyesali perbuatannya yang terjadi di dekat kuil tempat dia tinggal," ucap Wong.

Wong mengakhiri dengan mengatakan, Dawa telah menegur dirinya sendiri karena membawa aib kepada biksu seniornya di Nepal dan juga terhadap ajaran agama yang dianut, ditaati, dan dijalaninya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.