AS Terbitkan Visa bagi Presiden dan Menlu Iran untuk Hadiri Sidang Umum PBB

Kompas.com - 20/09/2019, 13:33 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani saat berbicara dalam sebuah forum PBB. ANGELA WEISS / AFPPresiden Iran Hassan Rouhani saat berbicara dalam sebuah forum PBB.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat ( AS) dilaporkan sudah menerbitkan visa bagi Presiden Iran Hassan Rouhani dan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif.

Dengan demikian, keduanya bisa hadir dalam Sidang Umum PBB yang bakal digelar pekan depan. Demikian pernyataan dari misi Iran di New York.

Juru bicara kementerian luar negeri menuturkan, Menlu Zarif rencananya bakal bertolak dari Teheran menuju New York pada Jumat (20/9/2019).

Baca juga: Kilang Minyak Aramco Diserang, Pompeo: AS Ingin Resolusi Damai dengan Iran


Sebelumnya, Zarif menuding Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berusaha menunda penerbitan visa bagi delegasi Iran agar tak hadir dalam Sidang Umum PBB.

"Menteri Pompeo berusaha menghindari kewajiban AS untuk mengeluarkan visa bagi delegasi PBB menggunakan kesombongan mereka," kecam Zarif dilansir Al Jazeera.

Saat dikonfirmasi terpisah, Pompeo menolak mengomentari isu itu. "Jika Anda terhubung dengan organisasi teroris, saya tidak tahu," katanya.

"Menurut saya, fakta itu harusnya menjadi pertimbangan apakah mereka diizinkan untuk hadir dalam pertemuan yang membahas perdamaian," paparnya.

Sebagai negara tuan rumah, pemerintah AS diwajibkan untuk mengeluarkan visa bagi setiap diplomat yang berkepentingan dalam kegiatan PBB.

Pernyataan Perang Habis-habisan

Laporan itu muncul setelah AS dan Arab Saudi membahas respons yang harus mereka berikan buntut serangan di pabrik minyak Aramco pekan lalu.

Pompeo menyalahkan Iran sebagai dalang serangan drone dan rudal yang memotong setengah produksi Saudi itu, dengan Teheran membantahnya.

Dalam konferensi pers Rabu (18/9/2019), Saudi membeberkan serangkaian bukti Iran mendukung serangan. Tapi tak menyalahkan langsung rival kawasannya itu.

Dalam wawancara dengan CNN, Zarif menyatakan negaranya bakal "perang habis-habisan" sebagai konsekuensi jika AS atau Saudi menghelat serangan.

"Kami tidak ingin perang. Kami tidak ingin terlibat konfrontasi militer dengan siapa pun. Namun kami tidak lupa bagaimana caranya melindungi negara kami," tegasnya.

Setelah bertemu Putra Mahkoda Saudi Mohammed bin Salman, Pompeo di Twitter menyatakan menyebut perilaku mengancam rezim Iran tak bakal ditoleransi.

Baca juga: Ditanya jika AS Menyerang, Jawaban Menlu Iran: Perang Habis-habisan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Al Jazeera
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Lagi, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Diserang Orang Tak Dikenal

Internasional
Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X