Ditanya jika AS Menyerang, Jawaban Menlu Iran: Perang Habis-habisan

Kompas.com - 19/09/2019, 19:11 WIB
Juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi Kolonel Turki al-Maliki menunjukkan serpihan rudal penjelajah dan drone dari Iran yang diamankan dari kilang minyak Aramco di Abqaiq dan Khurais yang jadi lokasi serangan. Saudi pun langsung mengarahkan telunjuknya ke Iran sebagai pelaku serangan pada Sabtu dini hari (14/9/2019). AFP/FAYEZ NURELDINEJuru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi Kolonel Turki al-Maliki menunjukkan serpihan rudal penjelajah dan drone dari Iran yang diamankan dari kilang minyak Aramco di Abqaiq dan Khurais yang jadi lokasi serangan. Saudi pun langsung mengarahkan telunjuknya ke Iran sebagai pelaku serangan pada Sabtu dini hari (14/9/2019).

TEHERAN, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan " perang habis-habisan" jika Amerika Serikat ( AS) atau Arab Saudi menyerang.

Kepada CNN Kamis (19/9/2019), Zarif menuturkan mereka berharap bisa menghindari konflik, dan siap berdialog dengan rivalnya di Timur Tengah seperti Saudi atau Uni Emirat Arab.

Tapi dia menyebut kecil kemungkinan saat ditanya kans bertemu AS. Kecuali, Washington mencabut sanksi dan mematuhi perjanjian nuklir 2015.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Diduga Izinkan Serangan ke Kilang Minyak Saudi

Zarif menegaskan Iran sama sekali tidak terlibat dalam serangan terhadap dua fasilitas kilang minyak yang dimiliki Saudi, Aramco, akhir pekan lalu.

AS melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyebut Iran bertanggung jawab dalam serangan menggunakan gabungan 25 drone serta rudal penjelajah itu.

Zarif menyatakan kelompok pemberontak Yaman, Houthi yang didukung oleh Teheran, sebagai pelaku serangan di kilang minyak Abqaiq dan Khurais.

Dia menerangkan kemampuan militer yang dipunyai Houthi telah berkembang sehingga mampu untuk melaksnakan operasi seperti menyerang Aramco.

Tetapi saat diminta untuk membuktikan ucapannya, menlu 59 tahun itu mengaku tak mempunyai bukti Houthi yang menggunakan drone serta rudal.

"Saya tidak punya kewenangan untuk itu. Yang saya tahu adalah kami tak melakukannya, dan Houthi sendiri yang mengklaim demikian," kilah Zarif.

Baik AS maupun Saudi sama-sama membantah Houthi mampu untuk menghantam fasilitas yang dipunyai pemerintah Saudi. Mereka bersikeras Iran yang melakukannya.

Sejak serangan pada Sabtu dini hari (14/9/2019), genderang perang mulai ditabuh sejak Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan adanya balasan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

[POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

Internasional
Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

Internasional
Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

Internasional
Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

Internasional
TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

Internasional
Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

Internasional
Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

Internasional
AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

Internasional
Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Internasional
Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

Internasional
Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

Internasional
PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

Internasional
Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

Internasional
Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X