Kompas.com - 16/09/2019, 20:42 WIB
Citra satelit memperlihatkan kerusakan yang diderita pabrik minyak milik Arab Saudi, Aramco, dalam serangan drone yang terjadi Sabtu dini hari (14/9/2019). AS menuduh Iran bertanggung jawab dalam serangan tersebut. Reuters via BBCCitra satelit memperlihatkan kerusakan yang diderita pabrik minyak milik Arab Saudi, Aramco, dalam serangan drone yang terjadi Sabtu dini hari (14/9/2019). AS menuduh Iran bertanggung jawab dalam serangan tersebut.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - AS menyuguhkan citra satelit dan data intelijen untuk mendukung klaim bahwa Iran dalang serangan drone di pabrik minyak Arab Saudi, Aramco.

Dalam serangan yang berlangsung Sabtu pekan lalu (14/9/2019), kelompok pemberontak asal Yaman, Houthi, mengklaim sebagai yang bertanggung jawab.

Namun sumber dari pejabat AS kepada media internasional mengatakan, kecil kemungkinan serangan drone pabrik minyak Aramco didalangi Houthi.

Baca juga: Dituduh AS Serang Pabrik Minyak Arab Saudi, Iran Siap Perang

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyalahkan Iran atas serangan terhadap fasilitas yang dikelola oleh pemerintah Saudi tersebut.

Namun dikutip BBC Senin (16/9/2019), Pompeo tak memberikan bukti serangan, dan membuat Teheran menuduh AS sudah membuat kebohongan.

Kemudian dalam kicauan Minggu (15/9/2019), Presiden Donald Trump mengisyaratkan bakal mengerahkan militer jika pelakunya telah diketahui.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami yakin sudah tahu pelakunya. Kami siap untuk menembak begitu sudah ada verifikasi," kata presiden berusia 73 tahun itu di Twitter.

Pejabat anonim AS itu menuturkan ada 19 titik pada target, dan serangan drone ke Aramco itu berasal dari wilayah barat-utara-barat.

Menurut sumber intelijen, wilayah itu bukan dikuasai Houthi di Yaman, yang berlokasi di sebelah barat daya pabrik minyak Aramco yang jadi lokasi serangan.

Si pejabat anonim kemudian menjelaskan berdasarkan kerusakan di Abqaiq maupun Khurais, serangan nampaknya berasal dari utara Teluk, antara Irak atau Iran.

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X