Dituduh AS Serang Pabrik Minyak Arab Saudi, Iran Siap Perang

Kompas.com - 16/09/2019, 06:50 WIB
Tayangan video memperlihatkan kebakaran di fasilitas perusahaan minyak Aramco di Abqaiq, Arab Saudi, setelah serangan drone pada Sabtu dini hari (14/9/2019). Video via ReutersTayangan video memperlihatkan kebakaran di fasilitas perusahaan minyak Aramco di Abqaiq, Arab Saudi, setelah serangan drone pada Sabtu dini hari (14/9/2019).

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran menyatakan mereka bersiap untuk perang setelah sebelumnya dituduh AS sebagai dalang serangan drone ke pabrik minyak Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri AS MIke Pompeo menyalahkan Iran atas serangan drone di fasilitas minyak Aramco yang berlokasi di Provinsi Timur Sabtu dini hari (14/9/2019).

Dilansir Al Jazeera Minggu (15/9/2019), Pompeo menyebut tidak ada bukti serangan itu datang dari Yaman, seperti yang diklaim oleh kelompok Houthi.

Baca juga: Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton Dipecat Trump, Iran Pun Gembira

"Sekarang, Iran telah melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ke persediaan energi dunia," terang mantan Direktur CIA itu.

Sumber dari intelijen kepada Associated Press memaparkan data yang mereka punya. Termasuk citra satelit yang memperlihatkan kondisi pasca-serangan.

Pejabat intelijen itu menerangkan, dampak yang terlihat berdasarkan citra satelit menunjukkan arah serangan dari Iran, alih-alih Yaman.

Alat tambahan yang nampaknya gagal dalam menghantam targetnya saat ini diamankan dan dianalisi oleh dinas intelijen AS serta Arab Saudi.

Melalui juru bicara menteri luar negeri Abbas Mousavi, Teheran menyanggah tuduhan yang dilayangkan AS atas serangan di Abqaiq dan Khurais.

Dikutip Sky News, Mousavi mengatakan Washington saat ini menerapkan "tekanan maksimum" karena kegagalan dalam "kebohongan maksimum" kepada Iran.

"Ucapan itu seperti rencana intelijen dan organisasi rahasia untuk merusak reputasi negara kami, dan membenarkan 'aksi' AS atas kami," terang Mousavi.

Sayap elite militer Iran, Garda Revolusi, kemudian menyatakan bahwa mereka sudah mempersiapkan diri jika terjadi "perang skala besar".

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X