Kisahkan Pengalaman Jadi Bintang Porno, Mia Khalifa: Video Itu Menghancurkan Saya

Kompas.com - 07/09/2019, 11:00 WIB
Mantan bintang porno Amerika Serikat (AS), Mia Khalifa. YouTube via Hindustan TimesMantan bintang porno Amerika Serikat (AS), Mia Khalifa.

LONDON, KOMPAS.com — Sudah empat tahun, atau sejak 2015, Mia Khalifa memutuskan keluar sebagai bintang porno. Namun, masih ada publik yang masih memberi stigma demikian.

Masa lalunya itu diakui memberikan tantangan bagi Mia. Pernyataan itu dia ungkapkan dalam program bincang-bincang BBC Hardtalk bersama presenter Stephen Sackur, Jumat (6/9/2019).

Ketika terjun sebagai bintang porno pada 2014, Mia Khalifa tidak tahu jika keputusan yang dibuatnya itu bakal terus berdampak di masa depan.

Baca juga: Terungkap, Ini Alasan Sebenarnya Mia Khalifa Terjun sebagai Bintang Porno


Perempuan keturunan Lebanon itu mengungkapkan, awalnya dia tidak keberatan masuk ke industri film dewasa karena dia menyangka tidak akan ada yang menyadarinya.

Mia menuturkan ada jutaan perempuan di dunia yang merekam aktivitas seksual mereka, dan mengklaim tidak ada yang mengenal. "Jadi saya pikir bisa menjadi rahasia kecil saya," katanya.

Namun, dia tidak menyangka pada Desember 2014, namanya berada di daftar teratas video yang paling banyak dicari di situs pencarian dewasa Pornhub.

"Dampaknya baru terasa di kemudian hari. Video itu sudah menghancurkan hidup saya," katanya. Dia juga mengaku dimanipulasi melakukan hal yang tidak diinginkannya.

Puncaknya adalah ketika dia menerima ancaman pembunuhan dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam salah satu video porno yang dibintanginya.

Ancaman dan kritik yang diperoleh dari warga Timur Tengah karena dia dianggap aib membuat sarjana sejarah itu memutuskan berhenti sebagai bintang porno.

Setelah berhenti pasca-tiga bulan terjun, stigma itu sudah melekat sedemikian kuat. "Orang-orang memandang saya seolah pakaian tembus pandang, dan itu membuat saya malu," katanya.

Belum lagi fakta yang dia ungkapkan sendiri bahwa sepanjang terjun dalam film porno, dia hanya menghasilkan 12.000 dollar AS atau Rp 171,8 juta.

Meski begitu, dalam kicauannya di Twitter Agustus lalu sebagaimana diberitakan Hindustan Times, Mia Khalifa mengatakan dia siap berdamai dengan masa lalunya.

Baca juga: Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Beberkan Penghasilan Selama Berkarier

"Sengaja tidak membicarakannya ternyata jauh lebih menyakiti masa depan saya daripada mengungkapkannya. Saya siap menjawab berbagai pertanyaan tentang masa lalu saya," katanya.

Selain itu, dia menyatakan dengan membuka masa lalunya, dia berharap bisa membantu perempuan yang berada di kondisi seperti dirinya atau korban perdagangan manusia.

Mia menjelaskan, dia membaca tentang hidup para gadis yang hancur karena dimanfaatkan oleh orang lain. "Kenyataan itu yang membuat saya buka suara," paparnya.

Kini setelah tak lagi menjadi bintang porno, Mia diketahui pernah menjadi komentator olahraga bersama mantan pemain basket NBA Gilbert Arenas.

Kemudian pada Juli 2018, namanya diumumkan sebagai co-host acara bernama SportsBall bersama Tyler Coe yang disiarkan di perusahaan media Rooster Teeth.

Baca juga: Ancaman ISIS Bikin Mia Khalifa Pensiun dari Industri Film Porno

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Internasional
Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Internasional
Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Internasional
Korea Utara Mengancam Bakal Beri 'Hadiah Natal', Ini Peringatan AS

Korea Utara Mengancam Bakal Beri "Hadiah Natal", Ini Peringatan AS

Internasional
Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk 'Person of the Year' Versi TIME

Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk "Person of the Year" Versi TIME

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X