Diputus Pacar dan Hilang Pekerjaan, Pria Ini Ancam Bunuh 100 Orang

Kompas.com - 19/08/2019, 16:54 WIB
Tristan Scott Wix. Pemuda 25 tahun itu ditangkap setelah mengancam bakal melakukan penembakan massal setelah kehilangan pekerjaan dan diputus pacar. CNN/WKMG/Volusia County Sheriffs OfficeTristan Scott Wix. Pemuda 25 tahun itu ditangkap setelah mengancam bakal melakukan penembakan massal setelah kehilangan pekerjaan dan diputus pacar.

DAYTONA BEACH, KOMPAS.com - Seorang pria di Florida, Amerika Serikat ( AS) ditangkap setelah mengancam bakal melakukan penembakan massal hanya karena diputus pacar dan kehilangan pekerjaan.

Dalam pesan kepada mantannya, Tristan Scott Wix mengatakan dia berniat untuk menembaki kerumunan besar orang dari jarak 4,8 kilometer jauhnya.

"Saya ingin memecahkan rekor korban penembakan massal di dunia. Saya butuh pemantau," ujar Wix kepada si mantan pacar seperti diberitakan New York Post Minggu 918/8/2019).

Baca juga: Pelaku Penembakan Massal Texas Ditempatkan Terpisah dari Penjara Napi Lain

Warga dari Daytona Beach itu ditangkap Jumat (16/8/2019) oleh Sheriff Volusia County dan dijerat dengan tuduhan membuat ancaman penembakan massal.

Dalam rilis persnya, sheriff menunjukkan transkrip percakapan di mana Wix bermaksud menyerang sekolah karena dia anggap sebagai target paling mudah.

"Saya bahkan sudah menentukan lokasinya. Apakah saya jahat? Mungkin membunuh 100 orang bakal menjadi angka yang sangat bagus," lanjut pria 25 tahun itu.

Dalam salah satu percakapan, Wix mengakui dia bakal ditangkap karena ucapannya. Namun dia mengaku ingin melakukan hal yang menyenangkan sebelum mati.

"Saya tidak gila. Saya hanya ingin mati dan ingin bersenang-senang sebelumnya. Namun, saya adalah orang yang paling sabar sedunua," ujarnya kembali.

Mantan pacar Wix kemudian menunjukkan percakapan itu kepada penegak hukum yang segera melakukan penelusuran. Dia ditangkap tanpa adanya insiden berarti.

Sheriff Volusia County Michael Chitwood dilansir CNN mengatakan, Wix mengaku kepada detektif dia tidak punya senjata api. Namun "terkesima" dengan penembakan massal.

"Jika Anda melihat latar belakang anak ini, dia depresi karena kehilangan pekerjaan dan diputus pacar. Dia kemudian ingin dikenal sebagai pembunuh paling mematikan dalam sejarah AS," katanya.

Meski mengklaim tak punya senjata api. Namun deputi dilaporkan menemukan senapan berburu kaliber .22 dan 400 butir peluru ketika menggeledah apartemennya.

Penahanan Wix terjadi beberapa pekan setelah tragedi penembakan massal yang terjadi Ohio dan Texas yang total membunuh hingga 31 orang tersebut.

Biro Penyelidik Federal (FBI) kepada Kongres AS menyatakan kini mereka sedang menginvestigasi sekitar 850 kemungkinan perbuatan teroris domestik.

Baca juga: Remaja di Riau Bunuh Pacar Gunakan Cangkul karena Menolak Berhubungan Badan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X