Demo Hong Kong: Tank dan Kendaraan Lapis Baja China Disiagakan di Perbatasan

Kompas.com - 13/08/2019, 19:06 WIB
Ribuan polisi anti-huru hara China yang berperalatan lengkap mengikuti latihan di kota perbatasan Shenzhen, Selasa (6/8/2019). AFP PHOTO / CHINA OUTRibuan polisi anti-huru hara China yang berperalatan lengkap mengikuti latihan di kota perbatasan Shenzhen, Selasa (6/8/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - Sejumlah besar kendaraan lapis baja dilaporkan mulai dikerahkan ke kota di China daratan yang berseberangan dengan perbatasan Hong Kong.

Dalam rekaman yang diunggah dua media China, Senin (12/8/2019), iring-iringan kendaraan pengangkut personel hingga tank tersebut terlihat di kota Shenzhen, provinsi Guangdong, di China selatan.

Perilisan video itu muncul menyusul kembali terjadinya demonstrasi yang berakhir bentrok pada akhir pekan lalu, menambah panjang krisi yang telah berlangsung selama 10 minggu dan disebut sebagai yang terburuk sejak penyerahan Hong Kong dari Inggris kepada China pada 1997.

Dalam video yang diunggah People's Daily, pada Senin (12/8/2019), konvoi kendaraan lapis baja itu disebut dalam rangka perjalanan menuju Shenzhen untuk latihan.


Baca juga: Muncul dalam Konferensi Pers, Pemimpin Hong Kong Ditanya Kapan Mati?

Video berdurasi 39 detik itu menampilkan iring-iringan kendaraan lapis baja yang berjumlah puluhan, yang melintasi ruas jalan, termasuk saat hujan turun.

Tidak ada narasi yang menyertai rekaman, memunculkan spekulasi mengenai tujuan konvoi tersebut.

Aksi protes yang dilakukan massa pengunjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong semakin meluas setelah memasuki pekan ke-10, salah satunya di bandara internasional.

Sekitar 5.000 pengunjuk rasa yang memadati aula kedatangan di Bandara Internasional Hong Kong telah memaksa otoritas bandara untuk menghentikan operasional, membatalkan penerbangan, dan menutup bandara.

Aksi di bandara telah berlangsung sejak Jumat (9/8/2019) dan semula diagendakan selama tiga hari hingga Minggu (11/8/2019). Namun aksi berlanjut hingga Senin dengan massa yang lebih besar.

Baca juga: Mengenal UU Ekstradisi yang Jadi Pemicu Demo Hong Kong

Aksi demonstrasi yang kerap kali berakhir dengan bentrokan dengan aparat keamanan telah mendorong Beijing untuk mengambil tindakan. Salah satunya dengan menggambarkan aksi demo kekerasan sama dengan terorisme.

"Para pengunjuk rasa radikal Hong Kong telah berulang kali menggunakan alat berbahaya untuk menyerang petugas kepolisian."

"Hal itu sudah merupakan kejahatan serius yang menggunakan kekerasan dan juga menunjukkan tanda-tanda pertama munculnya terorisme," kata Yang Guang, juru bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Makau dari Kantor Dewan Negara.

Kepolisian China sebelumnya pada 6 Agustus lalu juga telah menggelar latihan pasukan anti-huru hara yang diikuti 12.000 personel di wilayah Shenzhen, yang berbatasan langsung dengan Hong Kong.

Baca juga: 5.000 Pengunjuk Rasa Padati Bandara Hong Kong, Seluruh Sisa Penerbangan Dibatalkan

"Latihan itu bertujuan untuk menjaga stabilitas sosial, mendorong moral polisi dan mempersiapkan pasukan menjelang peringatan 70 tahun berdirinya China," kata kepolisian Shenzhen dalam sebuah pernyataan kepada Global Times.

Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan latihan pasukan China di Hong Kong dalam menghadapi demonstrasi juga telah dirilis militer Beijing.

Sementara itu, seorang pejabat senior dalam pemerintahan Amerika Serikat telah mendesak kepada seluruh pihak yang berseteru untuk menghindari kekerasan di Hong Kong.

"Masyarakat paling baik dilayani ketika pandangan politik yang beragam dihormati dan dapat diungkapkan secara bebas dan damai," kata pejabat itu dengan syarat anonimitas.

Terpisah, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, turut meminta China untuk sangat berhati-hati dan penuh hormat dalam menghadapi pihak-pihak dengan masalah legitimasi di Hong Kong.

Baca juga: Unjuk Kekuatan, 12.000 Polisi China Ikuti Latihan Anti-Huru Hara di Perbatasan Hong Kong

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X