Maskapai Cathay Pacific Ancam Pecat Karyawan jika Ikut Demo Hong Kong

Kompas.com - 12/08/2019, 16:20 WIB
Cathay Pacific. MirrorCathay Pacific.

HONG KONG, KOMPAS.com - Maskapai Hong Kong Cathay Pacific mengancam bakal memecat setiap karyawan yang ketahuan mendukung atau berpartisipasi dalam " demo ilegal".

Peringatan itu menyusul aturan otoritas penerbangan China yang meminta maskapai itu menyerahkan manifes staf atau penerbangan ke atau melalui wilayah udaranya.

Beijing menegaskan bahwa setiap karyawan yang ikut atau mendukung demo Hong Kong selama dua bulan terakhir dilarang untuk terbang ke daratan utama.

Baca juga: Jika China Sampai Kerahkan Militer untuk Padamkan Krisis Hong Kong, Ini Konsekuensinya


Dilansir AFP Senin (12/8/2019), Cathay Pacific sudah menyatakan mereka bakal mendukung regulasi itu, menekankan pentingnya bisnis di China dan kebutuhan mengikuti peraturan setempat.

Dalam keterangan tertulisnya, Kepala Eksekutif Rupert Hogg menegaskan bahwa staf bisa mendapat "konesekuensi serius" jika tergabung dalam aksi protes.

"Cathay Pacific mempunyai pendekatan tegas terhadap aksi ilegal. Konsekuensi ini sangat serius dan bisa saja berujung kepada Anda dipecat," ungkap Hogg.

Dia sebelumnya mengatakan jajarannya bakal tunduk terhadap aturan baru dari Badan Penerbangan Sipil China (CAAC), dan menekankan basis operasi mereka di kawasan daratan utama.

"Secara hukum, kami diharuskan mengikuti peraturan CAAC dan seperti halnya pemberitahuan yang dikeluarkan otoritas, punya yurisdiksi dan kami harus mematuhinya," terangnya.

Maskapai yang beroperasi sejak 72 tahun silam itu menjadi sasaran Beijing setelah sejumlah stafnya ikut serta dalam demo. Termasuk aksi di bandara.

Hogg memperingatkan para pegawainya untuk tidak bergabung dalam demo yang berlangsung di bandara, di mana pengunjuk rasa bergabung kembali Senin ini.

Dia kemudian mengingatkan kembali bahwa segala aksi dan perkatan yang dibuat oleh karyawan Cathay Pacific di luar jam kerja bisa berimbas kepada perusahaan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X