Jika China Sampai Kerahkan Militer untuk Padamkan Krisis Hong Kong, Ini Konsekuensinya

Kompas.com - 12/08/2019, 15:09 WIB
Massa pengunjuk rasa berhadap-hadapan dengan pasukan polisi anti-huru hara saat bentrokan di Hong Kong, Minggu (28/7/2019). AFP / ANTHONY WALLACEMassa pengunjuk rasa berhadap-hadapan dengan pasukan polisi anti-huru hara saat bentrokan di Hong Kong, Minggu (28/7/2019).

BEIJING, KOMPAS.com - Pakar menuturkan, terdapat konsekuensi serius jika China sampai mengerahkan militer untuk memadamkan krisis yang terjadi di Hong Kong.

Sejak bentrokan antara polisi dengan pengunjuk rasa semakin intens, kecaman Beijing menjadi semakin kencang, dengan peringatan mereka yang bermain api bakal "binasa karenanya".

Di saat bersamaan, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dengan garnisun di Hong Kong merilis video latihan anti huru hara dengan membawa senapan serbu hingga meriam air.

Baca juga: Pecat Pilot yang Unjuk Rasa di Hong Kong, Saham Cathay Pacific Menukik

Dilansir AFP Senin (12/8/2019), gambar maupun retorika itu dipandang sebagai analis bahwa China mulai serius mempertimbangkan menempatkan militer ke Hong Kong.

Peneliti di Lowy Institute Sydney Ben Bland berujar, China hendak menggunakan ancaman pengerahan tentara guna menakuti para pengunjuk rasa bekas Koloni Inggris itu.

"Namun mengingat adanya risiko operasional dan mempertimbangkan reputasi serta ekonomi China, mempertimbangkan militer adalah langkah berbahaya," katanya.

Bland berkaca dari cara brutal China menumpas aksi protes di Lapangan Tiananmen April sampai Juni 1989 silam. Selama dua tahun, ekonomi mereka hampir stagnan karena dikucilkan dunia.

Stabilitas pusat finansial dunia itu penting bagi kelangsungan ekonomi China. Namun keberadaan pasukan maupun polisi China bisa disorot media internasional.

Salah melangkah, ambisi Negeri "Panda" untuk menyatukan daratan utama dengan Taiwan yang mempunyai pemerintahan mandiri bisa mendapat batu sandungan.

Jadi untuk saat ini, pemerintah pusat masih membatasi diri untuk tidak menyuarakan dukungan mereka terhadap Kepolisian Hong Kong secara terang-terangan.

Baca juga: Ribuan Pengunjuk Rasa Gelar Aksi di Bandara Hong Kong demi Menyampaikan Kebenaran

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X