Kompas.com - 19/07/2019, 11:14 WIB

RABAT, KOMPAS.com - Tiga pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mendapat hukuman mati buntut kasus dua turis Skandinavia yang dipenggal di Pegunungan Atlas, Maroko.

Tukang kayu Youness Ouaziyad, Rachid Afatti, dan pedagang kaki lima Abdessamad Ejjoud tidak bereaksi di pengadilan ketika mereka dihukum mati.

Baca juga: 2 Perempuan Turis Tewas dengan Luka pada Leher di Pegunungan Atlas

Diwartakan Sky News Kamis (18/7/2019), sementara pria keempat yang bernama Khaiali Abderahman yang melarikan diri saat kejadian mendapat hukuman seumur hidup.

Sementara 19 pelaku lainnya yang terlibat dalam pembunuhan Louisa Vesterager Jespersen dan Maren Ueland menerima hukuman penjara mulai dari lima hingga 30 tahun.

Jenazah Jenazah (24) dari Denmark dan Ueland (28) asal Norwegia ditemukan dalam keadaan terpenggal pada Desember lalu di situs populer selatan Marrakesh.

Jespersen dan Ueland dilaporkan melakukan perjalanan yang tidak terarah, di mana dua backpacker itu memutuskan berkemah di dekat gunung tertinggi Afrika Utara, Toubkal.

Seorang pria kemudian merekam dan mengunggah pembunuhan itu di media sosial. Para pelaku juga menyatakan sumpah setia kepada organisasi pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi.

Seluruh pelaku yang berjumlah 23 orang berpidato di depan hakim sebelum vonis dijatuhkan memohon keringanan hukuman. Sementara ada yang meminta ampunan kepada Tuhan.

"Saya 100 persen puas dengan vonis yang diberikan," ujar pengacara yang ditunjuk oleh keluarga Jespersen, Khalid el Fataoui. Dia menuturkan ibu Jespersen juga meminta agar hakim menjatuhkan vonis mati.

"Kami mendapatkan apa yang diminta beliau," terang dia. Sementara jaksa penuntut menyatakan Juni lalu bahwa ketiga pelaku utama adalah "hewan buas".

Baca juga: Pembunuh Dua Perempuan Turis di Maroko Berjanji Setia kepada ISIS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.